Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Sofanny’s Reading List 2017 (1)

Tahun ini akhirnya saya berhasil memenuhi satu resolusi untuk membaca lebih banyak buku. Yay !

Senang rasangnya. Soalnya beberapa tahun terakhir ini, saya jarang banget baca buku. Alasannya macem-macem, tapi kebayakan sih karena tergoda nonton youtube, online shopping atau DVD marathon…  Jadi bukan karena nggak ada waktu, tapi lebih ke gak mau meluangkan waktu aja 🙃. Plus kadang-kadang, ada juga saat di mana susah rasanya bisa konsentrasi untuk ‘masuk’ ke dalam satu cerita…

Padahal dulu waktu kecil, saya hobiiiii banget baca. Sampai dibilang kutu buku. Bahkan sering baca satu buku berulang-ulang sampai bukunya lecek… hahaha!

Tapi ya gitu deh, begitu dewasa kebiasaan ini jadi berkurang jauh. Paling setahun cuma baca 10-15 buku. Biasanya kalau mood baca lagi asyik, saya bisa menghabiskan 2-4 buku berturut-turut. Tapi kemudian, blas… gak baca buku sampai 3 bulan karena moodnya menghilang.

Nah, tahun ini, saya udah baca sekitar 25-35 buku, rasanya senang banget soalnya buat ukuran saya, ini sudah peningkatan pesat, hahaha!

Karena saya orangnya suka penasaran kepingin tahu apa sih yang orang lain baca, jadi saya pikir kenapa nggak saya share duluan aja beberapa buku yang saya baca tahun ini. The good and the bad.. semuanya deh! Semacam review kecil-kecilan (kecil banget, gak pakai sinopsis ya… lebih ke how I feel when I read the books), lah. Kalau gak males, postingan ini bakal ada lanjutannya. Tapi ya itu, kalau gak malas… 😁

Please jangan lupa share di komen buku-buku apa yang kamu baca tahun ini, plus rekomendasinya yah!

 

Ok, yuk mulai, in random orders yah…


Big Little Lies (Liane Moriarty)

Saya sudah sering dengar nama penulis ini, tapi entah kenapa gak pernah tertarik baca bukunya. Mungkin karena saya merasa sudah pernah baca karya sebelumnya, tapi saat itu kurang suka. Kayaknya sih saya keliru sama penulis lain. Sampai suatu hari Astrid menyarankan saya buat baca buku-buku karya Liane. Akhirnya pilihan saya jatuh ke bukunya yang paling ngetop, Big Little Lies, yang dibuat serial oleh HBO dengan pemain Nicole Kidman, Reese Witherspoon, dll. Ternyata bukunya seruuuu banget. Cerita tentang ibu-ibu rumpi sekolahan dan masalah mereka, persahabatan, permusuhan sampai misteri pembunuhan. Pokoknya highly recommended for easy read deh!!! Tentunya setelah baca buku, saya langsung nonton versi TV-nya juga. Baguuuusss!!!

 

The Husband’s Secret (Liane Moriarty)

Udah ketebak ya, saya ketagihan sama karya Mbak yang satu ini. The Husband’s Secret gak kalah seru dengan Big Little Lies. Ngebaca buku ini bikin emosi naik turun. Endingnya juga gimanaaaa gitu. Realistis, dan buat saya yang suka ending realitis dan gak bombastis, saya suka banget sama buku ini!

 

Wonder (R.J Palaccio)

Pertama tahu buku ini gara-gara liat postingan Astrid (lagi-lagi Astrid 😀) di FB soal filmnya yang dibintangi oleh Julia Roberts, beberapa bulan sebelum tayang. Langsung deh download sample-nya dari Amazon Kindle dan langsung suka setengah mati dan beli e-booknya. Baca buku ini bikin hati kita hangat. Saking sukanya, saya langsung beli juga versi bahasa Belanda-nya buat si Neng. Kalau bisa, saya bakal maksa semua orang termasuk remaja baca buku ini. Banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil dari sini. Bahkan kata seorang teman, buku ini jadi buku bacaan wajib di sekolah-sekolah di Italy.


Auggie & Me (R.J Palaccio)  

Selesai baca Wonder, saya langsung download Auggie & Me. Buku ini bukan lanjutannya Wonder, tapi  masih saling berhubungan. Di sini, ada tiga cerita terpisah dari sudut pandang beberapa karakter yang ada di Wonder. Dari buku ini, saya diingatkan lagi kalau selalu ada ‘the other side of the story’. Kalau di buku Wonder, kita belajar untuk memilih kebaikan hati,  di buku Auggie & Me kita belajar untuk melihat kalau ada banyak sisi dalam satu cerita. Si Bully yang dibenci ternyata hanya seorang anak yang jenuh karena selalu dianggap sebagai anak nakal. Si ibu kaya yang sombong ternyata hanya mencoba melindungi anaknya dengan caranya sendiri… dll.

Both books are beautifully written and profound. I think they’re up there with my favourite books of all time. YES, THEY ARE THAT GOOD!

 

Origin (Dan Brown)

Pas lagi browsing buku di Amazon, saya liat kalau Dan Brown bakal ngeluarin buku baru sebentar lagi. Langsung deh, pas hari H terbit, saya download buku ini.
Butuh 3 minggu-an buat saya untuk menyelesaikan Origin. Satu hal yang gak pernah terjadi sebelumnya dengan buku-buku Dan Brown. Bahkan, saya sambil nyambi baca buku lain. 

Sebenarnya, ceritanya menarik. Plus backgroundnya di Barcelona bikin saya kangen dengan kota itu. Belum lagi teori-teori dan sejarah menarik yang dikemas apik ala Dan Brown. Di buku ini juga banyak membahas dan mengutip penggalan-penggalan kalimat sastrawan dunia. Sayang, dibeberapa bagian terkesan dragging dan bikin bosen. Walaupun saya suka endingnya.

Overall, buku ini gak jelek. Tapi dibanding karya Dan Brown yang lain seperti Inferno dan Angel&Demon, jujur sedikit mengecewakan. 

 

Eleanor Oliphant Is Completely Fine (Gail Honeyman)

Ini cerita tentang Eleanor, si gadis aneh dengan social skill yang rendah dan serba canggung dengan kehidupan yang super rutin dan membosankan. Tapi tiba-tiba saja, akhir-akhir ini hidupnya jadi lebih seru dan berwarna. Buku ini enak dibaca, ringan dan semacam chick-lit with a twist. Apa yang bikin Eleanor jadi aneh begitu? Apa dia autis? Ataukah bawaan masa lalunya yang masih jadi misteri?

 

Heartbreak Hotel (Jonathan Kellerman)

Jonathan Kellerman is one of my go to author, kalau lagi kepingin baca supense novels. Serial Alex Delaware-nya sudah beredar lebih dari 30 tahun, jadi di buku-buku awalnya yang ditulis antara tahun 80-90-an, masih belum ada smartphone dan internet dan riset banyak dilakukan di perpustakaan, hihihi. Walaupun gak baca semua novelnya, tapi saya suka dengan karakter Alex dan side kick-nya Milo, dua jagoan di serial ini.  Jonathan Kellerman sendiri seorang psikolog jadi ceritanya banyak mengandung unsur psikologi, bukan cuma memecahkan misteri ‘whodunit’ tapi juga menelaah berbagai macam karakter di bukunya. Bukunya yang satu ini lumayan seru karena korbannya adalah seorang nenek lincah. Alex dan Milo harus menggali masa lalu si nenek yang ternyata meriah banget.

 

The Break (Marian Keyes)

Marian Keyes juga salah satu my go to author, kalau lagi kepingin baca chick-lit. Marian jago meramu cerita sederhana yang mampu mengacak-ngacak hati pembacanya, tapi tetap ringan dan lucu. Kayaknya hampir setiap novel Marian saya beli deh. Dan salah satu bukunya malah jadi salah satu buku favorit sepanjang masa: Anybody Out There?

Saking seringnya baca buku Marian (she’s Irish), saya jadi rada familiar sama Irish jokes (btw, Ireland punya banyak banget pengarang bagus).

Dalam The Break, emosi saya juga naik turun mengikuti cerita Amy, si istri yang suaminya minta ‘break’ 6 bulan. Sementara si suami asyik-asyikan me-time bahkan pacaran lagi, Amy mesti bergulat dengan kehidupan sehari-hari menghadapi ribetnya kerjaan, anak-anak yang masih remaja dan suka ngeselin, krisis keluarga besar, godaan selingkuh, dsb.

Pokoknya ini novel seru, sedih, bikin kesel pengen nangis sekaligus ketawa cekikian. Just another wonderful Keyes’s work!

 

Lean In (Sheryl Sandberg) *currently reading*

Oh. My. God. I’m in love with Sheryl Sandberg. I want to be her when I grow up. Oh, wait I’m a fully grown woman already!

Pokoknya, saya ngefans abis deh sama mbak yang satu ini.

Mbak Sheryl  adalah COO Facebook alias salah satu orang terpenting di FB setelah Mark Z dan termasuk dalam 100 most influential people versi Time magazine.

Sebelum tahu siapa itu Sheryl, saya berkenalan dulu dengan buku keduanya, Option B.

Awalnya tertarik dengan buku ini karena di-mentioned seorang youtuber dan saya suka dengan cover-nya yang gambar balon (dangkal banget ya alasannya, who said you should never judge a book by its cover?) 😋

Kapan-kapan saya cerita lebih banyak soal Option B, sekarang giliran Lean In dulu. Karena suka banget dengan gaya tulisan Sheryl yang lugas, cerdas, didasari riset mendalam tapi tetap mudah dicerna dan kadang-kadang lucu… saya langsung mendownload Lean In setelah selesai baca Option B. Lean In ini  buku pertama yang ditulis oleh Sheryl, yang intinya membahas tentang perempuan dalam dunia kerja dan mendorong kita semua untuk aim high.

Walaupun sekilas terkesan terkesan ambisius, tapi cara Sheryl menyampaikan tidak memaksa. Dia sadar kalau tidak semua perempuan memilih untuk berkarir di luar rumah. Namun bagi mereka yang memilih untuk itu, maka they have to go for it. Sheryl banyak men-quote kata-kata dan pemikiran bijak tentang feminisme dan mengingatkan kalau semangat feminisme adalah memberi kebebasan bagi perempuan untuk memilih. Berkarir di luar atau di dalam rumah (karena ibu RT juga suatu profesi) ? bekerja full atau part time? Mau jadi artis, pegawai biasa, manajer atau CEO? Pilihannya ada di tangan kita, dan nggak seharusnya kita merasa bersalah dengan pilihan yang sudah kita ambil berdasar pemikiran dan harapan kalau itulah yang terbaik untuk kita dan keluarga.

Membaca buku ini terkadang bikin kening saya berkerut, menepuk jidat atau senyum-senyum sendiri dan  ketawa cekikikan. Banyak situasi yang familier dengan apa saya yang hadapi dunia kerja dan sehari-sehari sebagai perempuan; the double standards, the discriminations, the prejudice, the stereotyping and… the competitions between women..; you name it 😎 

Sheryl mengingatkan kalau sebagai sesama wanita, kita seharusnya saling mendukung. Bukannya saling menjatuhkan. Wanita yang memilih untuk berkarir di luar rumah juga sebaiknya beraspirasi untuk menjadi pemimpin, untuk memberi jalan bagi wanita lain untuk ikut maju dan menipiskan (atau justru meniadakan) jurang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Selain empowering women to be equal, kita juga harus memberi kesempatan bagi laki-laki untuk semakin terlibat dalam urusan rumah tangga dan pengasuhan anak. So in the end, both genders are equally empowered to do whatever they choose to do without having to worry about society’s standard or norms. 

Intinya, buku ini benar-benar inspiratif dan enak dibaca. 


Oke, sekian dulu buat kali ini. Kapan-kapan saya sambung lagiiiii…. 

Jangan lupa, tulis buku-buku rekomendasi di komentar yaaaa… thank you 😙

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

5 comments on “Sofanny’s Reading List 2017 (1)

  1. Retno Sari
    November 1, 2017

    Thank youuu Mbak..jadi ada referensi bacaan deh.
    Saya sudah lama banget gak baca fiction dan terakhir baca novel yg berkesan itu Pulang karyanya Mbak Leila S. Chudori.

    Like

    • fanhar
      November 1, 2017

      Sama-samaaa…
      Aduh jadi kangen baca novel Indo 🙂

      Like

  2. Miftahul
    November 21, 2017

    seneng deh ada ulasan tentang buku-buku yang easy reading, saya juga sudah lama sekali ga baca buku, jadi pengen langsung meluncur ke toko buku, makasih mb fanny 😀

    Like

    • fanhar
      November 23, 2017

      Makasih Miftahul…
      Ayo banyak baca!!! 🙂

      Like

  3. Pingback: Sofanny’s Reading List 2017 (2) | Four Seasons In Belgium

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 26, 2017 by in bla bla bla, Review.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: