Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Being a teen’s mom

Teenagers are basically hard-wired to butt heads with their parents, says Stuart Goldman, MD, director of psychiatric education at Children’s Hospital in Boston.

Itu yang menjadi mantra saya akhir-akhir ini kalau pusing dengan kelakuan anak semata wayang yang baru menginjak usia ABG.

Sudah bukan rahasia lagi ya, yang namanya remaja itu pasti ada masa-masa ‘nyeleneh’. Menurut para ahli, itu wajar. Bagian dari perkembangan diri, mencari identitas, salah satunya dengan memberontak dan testing their parent’s limit. Belum lagi perubahan fisik yang pastinya membingungkan dan mempengaruhi pertumbuhan mental mereka, dan hormon yang gila-gilaan ‘menyerang’. Nah untuk soal terakhir ini, saya maklum banget deh. Sudah paham betul bagaimana hormon bisa merubah seseorang yang aslinya manis dan baik hati kayak saya berubah jadi singa yang galak setiap bulannya, apalagi anak-anak! πŸ™‚

Intinya: jadi remaja itu gak gampang!

… begitupun jadi ibu seorang ABG πŸ™‚
Mesti banyak-banyak elus dada dan tawakal.
Serta, baca mantra seperti yang udah disebut di atas πŸ™‚

Really, it can be very frustrating, upsetting, and in many occasions tears might flow and doors might be slammed.
Bahkan terkadang, pasti ada saat di mana saya berpikir: What have I done? Where did I go wrong? Why did she seem to hate me? Why is she being so disrespectful?

Karena itulah saya menulis post ini.
Mostly as a self reminder, of the things I DID NOT DO WRONG.

1. It’s normal

Seperti mantra di atas, they were hard-wired to do so. Somehow they could not help it. ini adalah bagian proses pendewasaan diri yang tidak bisa dihindari.
Betul, beberapa remaja mungkin lebih mudah menjalani masa peralihan ini, tapi sebagian lain mungkin tidak. Memberontak, melawan, rolling their eyes merupakan salah satu cara mereka mencari jati diri.

2. It might even be good

Kayak yang saya bilang di atas, beberapa remaja mengalami proses peralihan yang lebih ‘menantang’ dibanding anak sebayanya. Jujur saja, saya nggak terlalu kaget kalau Neng pun termasuk dalam bagian yang ini . Dari kecil saya sudah tahu, she’s one tough cookie. Dia selalu tahu apa yang dia mau. Kekeuh. Keras Kepala. Saya masih ingat saat dia baru lahir di rumah sakit, betapa tangisannya meraung kencang kalau minta susu, terdengar di satu lantai. Saya ingat perasaan saya waktu mendengarnya. That’s my baby. My Lioness.
Kemauannya keras.
Memang gak gampang mendidik anak seperti ini. Mereka bukan tipe penurut. Bentrokan pasti terjadi. Tapi… jauh di dalam hati saya, saya tahu bahwa Neng paham mana yang benar dan salah. Dia gak akan mudah terpengaruh. Dia akan selalu berjuang mendapatkan apa yang dia mau. She questions things and dont just follow the rules, blindly. Ini bagus. Karena siapa yang pengen punya anak yang manut aja tanpa menggunakan logikanya sendiri? Proses pemberontakan ini selain berguna untuk pembentukan jati diri, juga melatih kemandirian. Dan mungkin dalam hati saya yang paling kecil diam-diam juga menyetujui nakal-nakal kecil si Neng. Biar hidupnya lebih seru dan berwarna, hahaha (tapi jangan bilang-bilang si Kunyil, ya!)

3. This too shall pass

Kalau lagi pusing ngadepin tingkah si neng, kadang saya berpandang-pandangan sama suami, kapan ya masa remaja ini berakhir? Biasanya gak lama kemudian kita menyadari kalau masih ada sekitar 6-8 tahun lagi…. huaaa lama sekali… Hahaha!

Sebaliknya, beberapa orang kayaknya malah masih bersikap kayak ABG walaupun umurnya sudah kepala 3. OH NO! πŸ˜‚

Tapi tetap sih, masih ada harapan. Nanti akan tiba saatnya di mana ‘serangan hormon’ sudah mulai reda dan emosi Neng akan lebih stabil. Ya, kami percaya semua akan indah pada waktunya. 

Suatu hari nanti!

4. She’s my mini-me

Neng itu jiplek-plek-ketiplek, mirip banget ama saya. Kalau saya yang udah 28 eh 38 tahun aja masih suka nyeleneh, ya maklumin aja lah si 13 tahun yang sama nyelenehnya. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, yes?

5. Deep down inside she is still a sweet little girl.
Saat saya mulai meragukan keefektifan metode parenting saya, saya selalu berusaha menghibur diri dengan mengingat satu kejadian di siang hari, setahun yang lalu.

Ketika itu saya dan Neng sedang berjalan-jalan di kota kecil tempat kami tinggal. Pas baru keluar toko, ada seorang nenek duduk di kursi roda di sisi jalan. Orang berlalu lalang di sekitarnya. Matahari bersinar cerah, udara sejuk dan si nenek yang berdandan rapi dengan baju necis dan lipstik merona, tersenyum manis. Sekilas, beliau tampak menikmati suasana. 

Saya berjalan tanpa pikir panjang melewati si Nenek. Tapi, 50 meter kemudian Neng berhenti dan bertanya, “Mama, shouldn’t we help her?”,   ujarnya mengacu pada si Nenek. “Ah, kayaknya dia gak butuh bantuan kok,” jawab saya ringan. Di Belgia, manula memang rata-rata mandiri sekali. Malah terkadang mereka merasa gengsi atau tersinggung kalau ditawari pertolongan. Saya sudah siap berjalan lagi, tapi Neng masih berdiri diam. Ragu.

Akhirnya saya bilang, “Ya udah, kamu tanya gih,”

Kamipun berjalan menghampiri si Nenek, lalu Neng menyapa beliau. Singkat cerita, ternyata si Nenek beneran butuh bantuan dan meminta kami mendorong kursinya sampai ke kafe dekat situ karena Beliau mau gaul sama teman-temannya…  Eaaaaa! Hahaha. Jadilah Neng mendorong si nenek ke kafe tujuan dan sedikit-sedikit kami liat-liatan karena si Nenek ngomongnya gak jelas dan cuma ngasih aba-aba “itu di depan, sedikit lagi!”. Hahahah… jadi ketagihan didorongin si neng ya Nek? Hahahaha!

Setiap kali ingat kejadian itu, hati saya hangat. Biar kata si Neng suka judesnya gak ketulungan dan mbandel… saya tahu hatinya baik dan bisa diandalkan.

So after all, I didnt do such a bad job of being a mom!

(Iya, postingan ini dibuat untuk menghibur diri sendiri. Hihihi!)

 

*foto disamarkan :)*

 

 

 

Advertisements

2 comments on “Being a teen’s mom

  1. nyonyasepatu
    September 9, 2017

    Hahahaa manis bgt si neng 😻

    Like

    • fanhar
      September 10, 2017

      Manisnya cuma kadang-kadangggg hahaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 9, 2017 by in bla bla bla, motherhood, thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: