Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Tentang sebuah mimpi

Bertahun tahun tahun tahun yang lalu… Belgia dilanda badai salju.

Lalu lintas porak poranda. Jadwal kereta tersendat dan macet di mana-mana. Saya berdiri berjam-jam di sebuah halte karena bis yang saya tunggu tak jua tiba, sambil menggigil kedinginan.

Ok, cut.

Maaf, kalau intronya dramatis sekali. Sebenernya sih nggak sampai badai salju. Cuma memang turun salju yang lumayan deras saat itu. Dan di Belgia, sudah 1 atau 2 dekade ini jarang turun salju. Mungkin efek pemanasan global. Makanya orang Belgia suka gak siap kalau salju turun. Begitu turun sedikit, langsung chaos. Sama kayak Jakarta kalau musim banjir.

Tapiiii… soal menggigil kedinginan di halte itu benar adanya. Jadi dulu itu, saya ke kantor naik kendaraan umum karena rumah saya jauh di pinggir kota. Anggep aja semacam rumah di Bogor, kerja di Jakarta deh. Jadi dari rumah, saya mesti nyetir mobil ke stasiun kereta, naik KA sekitar 30-40 menit, kemudian nyambung naik bis. Nah karena salju, semua jadwal jadi kacau. Kereta telat. Bus juga terjebak macet. Jadilah saya nunggu bus sampai hampir beku di pinggir jalan. Mau pulang nanggung. Mau jalan kaki, kejauhan. Ojek, gak ada. Diem di halte, bisa kaku kedinginan. (Kalau tau dari awal bakal kedingingan begini, mungkin saya akan lebih prepared dan pakai snowboots. Tapi karena gak siap, ya saya pake boots dan baju kantor serta coat biasa.)

Ketika bus akhirnya tiba dan membawa saya dengan selamat sampai kantor (telaaaaat banget nyampenya), saya hampir-hampir nggak bisa ngerasain jari kaki saya saking dinginnya. Setelah minum anget dan mencoba menghangatkan diri sebentar, saya nggak langsung kerja. Hal pertama yang saya lakukan justru menulis ini. Hihihi.

Saat itu, dalam keadaan nelongso dan masih kedinginan, saya memaparkan semua detail pekerjaan ideal yang saya idamkan.
Pokoknya, saya mesti cari kantor baru dengan kriteria sbb;

kerjaannya harus menarik, deket dari rumah (supaya nggak tua di jalan dan harus menggigil kedinginan lagi kalau badai salju), banyak liburnya, jam kerja fleksibel, dapat pekerjaan impian ini secepatnya, gaji gede (penting!), kerja part time tapi gaji full (hihihi), kolega dan bos yang asyik, dengan pengantar bahasa Indonesia dan Inggris.

Mimpi banget kan?

Bertahun-tahun kemudian saya sudah lupa dengan kejadian badai itu tapi suatu hari, saat saya lagi beberes rumah, saya menemukan catatan yg dulu saya buat, yang bikin jadi senyum-senyum sendiri.

Saya selalu percaya that dreams do come true. Tapiiii… terkadang hidup punya cara dan jalannya sendiri. Gak melulu persis sama dengan apa yang kita mau. Dan ini gak selalu jelek. Justru sebaliknya, terkadang, justru malah bagus.

Lalu, apakah akhirnya saya punya kerjaan baru yang menawarkan semua yang saya impikan waktu itu?

Jawabnya, TIDAK!

Saya masih kerja di kantor yang sama. Tapi, kerjaan saya sekarang jauuuh lebih menarik dan menantang.

Lokasi kantor masih di tempat yang sama, tapi saya menemukan kolega yang bisa barengan (car pool) atau terkadang saya nyetir mobil sendiri. Jadi walaupun jarak sama, tapi saya gak perlu repot naik kendaraan umum lagi.

Officially, jatah cuti saya gak beda banyak dari sebelumnya, tapi karena saya sekarang kerja paruh waktu, jadi bisa diatur sedemikian rupa sehingga jatuhnya saya bisa liburan lebih banyak dan sering.

Jam kerja juga masih tetap sama -fixed hour-, hanya saja sekarang kantor lebih memberikan fleksibilitas untuk kerja dari rumah dsb.

Masalah gaji, ya tetap gak sebesar yang saya mau sih hahaha… tapi sekarang saya kerja paruh waktu sesuai cita-cita saat itu dengan penghasilan lebih dari ketika saya kerja full time.

Saya juga punya beberapa kolega yang menjelma menjadi teman baik, sementara hubungan dengan kolega-kolega yang lain juga oke sekali. B os saya yang sekarang juga top bangettt.

Yang gak berubah cuma soal bahasa yang masih pakai bahasa Inggris sebagai pengantar, bahasa belanda kadang-kadang… tapi ya gak terlalu masalah juga sih.

So I guess, I kindda ticked everything on that list.. 

Walaupun mungkin gak sesempurna apa yang saya inginkan waktu itu, tapi saya percaya bahwa inilah yang terbaik untuk saya. 

So, dreams do come true. Although sometimes, life might still throw some surprises here and there… πŸ™‚

Advertisements

4 comments on “Tentang sebuah mimpi

  1. ndiievania
    July 30, 2017

    Poin pertama, aku bacanya interesting Joe. Makanya pas baca bagian bawah kok ngga nyambung bagian jobnya πŸ˜‚πŸ˜‚

    Liked by 1 person

    • fanhar
      July 30, 2017

      Hahahaha…. kalau Joe konteksnya jadi beda banget yaaa hahahaha

      Like

  2. nyonyasepatu
    July 30, 2017

    Katanya keinginan yg dicatat bisa jadi beneran kan ya walau mungkin gak persis sama πŸ€”

    Liked by 1 person

    • fanhar
      July 30, 2017

      Katanyaaa… haha. Langsung bikin list yang panjangggg

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 30, 2017 by in In Belgium, thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: