Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

3P

Biasanya saya gak suka baca non-fiction, apalagi buku2 yg masuk kategori self-help. Tapi suatu hari saya melihat buku Option B ini, yang ditulis oleh Sheryl Sandberg … COO-nya Facebook dan tertarik untuk membaca. 

Tulisannya dalam tapi ringan, tidak menye2 atau penuh drama sehingga saya suka membacanya. Dari semua pelajaran yang saya dapat dari buku ini, yang paling nyangkut adalah 3P. Apa itu 3P?

Personalization, Pervasiveness, Permanence.

Intinya, 3P ini adalah hal-hal yang harus dihindari dalam menghadapi suatu masalah.

Buat saya pribadi, 3 hal ini akrab banget rasanya. Saya sering liat dalam kehidupan sehari-hari dan gak jarang, secara sadar atau tidak, ikut menerapkannya sendiri. Padahal bahaya banget… karena justru bisa bikin kita makin terpuruk 🙂

Makanya sebelum lupa, mending ditulis deh diblog. Semoga aja besok2 tetap inget untuk menghindari si 3P.
PERSONALIZATION

“This is the lesson that not everything that happens to us happens because of us (emphasis ours).”  (Option B by Sheryl Sandberg)

Gak semua kejadian yang menimpa kita itu disebabkan oleh (kesalahan) kita. Bisa jadi itu ujian. Bisa jadi memang kita lagi sial. Bisa jadi karena orang lain. Jadi gak ada gunanya menyalahkan diri sendiri.

Di buku ini, Sheryl menceritakan saat suaminya meninggal mendadak, ia bertanya-tanya apakah ia seharusnya mampu mencegah kejadian tersebut. Seandainya saja ia memastikan suaminya selalu makan sehat. Seandainya saja ia menemukan suaminya lebih cepat. Dan sebagainya.

Saya pribadi mengartikan ‘personalization’ ini secara lebih luas lagi. Bukan melulu menyalahkan diri, tapi menghubungkan segala sesuatu dengan pribadi kita, padahal belum tentu ada hubungannya.

Saya jadi teringat sebuah buku fiksi yang ditulis oleh Jonathan Kellerman, seorang psikolog sekaligus penulis beken. Bacanya udah lama, jadi lupa judulnya. Tokoh utamanya adalah seorang psikolog anak yang membahas tentang trauma seorang korban. Dia bilang, kebiasaan menyalahkan diri sendiri ini sering ditemui dalam diri anak-anak. Karena wajar, seorang anak masih egosentris. Merasa semua berputar pada dirinya sendiri. Contoh, saat orang tua bercerai, si anak merasa itu salahnya, dsb. 

Sayangnya, saat kita dewasa belum tentu sifat ini menghilang. Yang ada malah kita suka semakin sensitif. Ada orang nulis status di social media, dianggap nyindir (GR dehhh!). Ada teman yang sedikit gak ramah, kita langsung BT dua minggu (padahal bisa aja dia lagi PMS). Ada orang yang tidak membalas email, langsung ngambeg. Ada orang mengkritik, langsung nesu. Ada yang gak suka dengan apa yang kita suka, langsung dimusuhin. Padahal gak gitu juga kali. It’s not everything about you. The world doesn’t revolve around you.

Don’t over-personalized things, karena jadinya ntar susah sendiri :)!
PERVASIVENESS

“the belief that an event will affect all areas of our life”  (Option B by Sheryl Sandberg)

Biasanya, kalau lagi stres, efeknya bisa bleber kemana-mana. Kita jadi nelongso, mengasihani diri sendiri dan merasa jadi orang paling sial sedunia.

Padahal, jadi jomblo dan gagal dalam dunia percintaan bukan berarti kamu gagal juga di dunia sekolah atau karier. Atau sebaliknya.

Intinya, kalau ada masalah yang menimpa satu sisi hidup kamu, bukan berarti akan ngefek ke semuanya.

Kalau lagi bete di kantor, saya berusaha menyemangati diri dengan berpikir: it’s only a job. A small part of my life. Yang penting toh sore nanti saya bisa pulang ke keluarga yang bisa bikin saya ketawa-ketawa lagi. Gichuuu…

PERMANENCE

“the belief that the aftershocks of the event will last forever” (Option B by Sheryl Sandberg)


Nah, kalau lagi dirudung masalah, kita juga suka mikir jauuuuhhh ke depan. Mengira kalau efeknya bakal sampai selamanya. Padahal kan gak juga.

Pengalaman mengajarkan, kadang satu masalah bakal beres begitu aja. Gak diapa-apain juga padahal. 

Atau, karena prioritas kita yang berbeda, apa yang dulu dianggap jadi masalah, ternyata nggak lagi, malah bisa jadi rejeki tak terduga.

Dan jangan lupa kata pepatah, timr heals. Waktu akan menyembuhkan luka. Atau ingatlah kata-kata bijak yang sekarang lagi ngetrend: semua akan indah pada waktunya. Just remember that!

Hal ini saya terapkan sewaktu patah tulang kemaren. Saya menganggap memang tandanya saya harus beristirahat selama beberapa minggu. It was a set back, but it was only temporary.

Satu hal lagi yang saya pelajari, saya dapat dari bukunya Mark Manson “The Subtle Art of Not Giving a F*ck”. Hihihi, seru ya judulnya. Saya suka nih baca yang aneh2 begini, no non sense dan lucu. Kadang ironis dan memutarbalikkan teori yang ‘normal’. Walaupun pada intinya buku ini mengajari kita, bahwa “not giving a f*ck” bukan berarti gak peduli semua. Justru kita harus memilah mana yang penting dan mana yang gak penting. Supaya gak semua kita bikin pusing, menuh-menuhin pikiran ajah! 

Contohnya, jaman sekarang kan orang suka FOMO tuh. Alias Fear Of Missing Out. Pengen ikutin semua yang lagi ngehits. Nyobain semua makanan yang lagi kekinian sampe rela antri berjam-jam. Saat liburan, maksain keliling dari Subuh sampai malam sampai akhirnya kecapekan dan masuk angin. Padahal, is it really worth it?

Nah dibukunya ini, si Mark bikin kita jadi melek. Mengingatkan kita untuk memilah, apa yang benar-benar penting dan mana yang sebaiknya gak usah dibikin pusing.
Si Mark juga banyak membahas masalah entitlement. Hmmm, saya susah nyari padanan bahasa yang tepat. Apa ya?

Mungkin bisa dibilang :entitlement” adalah  rasa memiliki hak. Seperti kita merasa berhak untuk selalu bahagia. Berhak untuk hidup nyaman selalu. Berhak untuk selalu berada di atas. Berhak untuk selalu mendapat persetujuan, pengakuan dan sebagainya. Padahal gak juga.

It is OKAY to be sad. To be emotional. To not getting what we want all the times.

Entitlement bisa menjerumuskan kita menjadi narsis. Membuat kita mengejar semua hal yang bikin kita ‘high’ padahal itu semua semu. Mark memberi contoh begini: orang yang merasa berhak, akan memandang segala sesuatu sebagai afirmasi atau ancaman buat dirinya. Saat sesuatu yang baik terjadi, dia akan merasa, oh itu karena gue hebat. Tapi sebaliknya, saat sesuatu yang jelek terjadi, misalnya kegagalan, maka ia akan mencari-cari kesalahan orang lain atau kondisi. 

Saya pribadi merasa ‘berdosa’ dan sering merasa entitled. When people don’t act the way i want them to act, i got frustrated. Padahal, siapa saya yang menentukan bagaimana seseorang harus bersikap/berpikir/bertindak atau mengambil keputusan?

Anyway, udah ah ceramahnya. Semoga berguna, buat saya pribadi at least supaya inget terus… If this post also help you… it’s even better!!!

Cheers…
PS. Baca deh 2 buku yang saya rekomendasikan di atas. Daaan… kalau ada rekomendasi buku lain (apapun genrenya), tolong tulis di comment yaa…)

Advertisements

4 comments on “3P

  1. FibeCanada
    July 27, 2017

    Thanks for sharing this. A good reminder for all of us. Great books.

    Liked by 1 person

    • fanhar
      July 28, 2017

      You’re welcome! Ada rekomendasi buku gak?

      Like

  2. erinyudha
    August 18, 2017

    It’s only a job. A small part of my life. Yang penting toh sore nanti saya bisa pulang ke keluarga yang bisa bikin saya ketawa-ketawa lagi.
    #sayasukasayasuka
    Kalau sy hbs baca buku ‘hidup sederhana’ nya Desi Anwar. Ada versi english nya jg bukunya.. a simple life. Memberi pencerahan pemikiran2nya..
    Terus, lg penasaran sm buku ‘the life-changing magic by tidying up’ nya Marie Kondo

    Like

    • fanhar
      August 18, 2017

      Wahhh… pengen baca jg ah bukunya Desi Anwar. Makasih udah rekomennn…
      Marie Kondo aku gak sukaaa. Terlalu gimana gitu. Aku suka Goodbye things dari Fumio Sasaki, kapan2 mau nulis jg soal buku ini ah

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 27, 2017 by in bla bla bla, Review, thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: