Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Lost and Found (Di balik layar)

Saya itu orangnya kompetif. Saya nggak suka kalah. Waktu kecil, kalau saya main dan kalah, saya bisa nangis jejeritan  dan ngambeg berhari-hari.

Sampai sekarang pun begitu.

Jadi, setiap ada kejadian yang bikin saya bete, saya gak mau ditaklukan oleh apapun itu masalahnya. Saya bertekad, saya harus jadi pemenangnya. Sebesar apapun itu kesulitan yang saya hadapi, I will come out as a winner. I will have the best, loudest, last laugh!!!

Mari kita kilas balik ke satu kejadian di akhir 2014. Waktu itu, saya terbang ke Indonesia cuma berdua dengan si Neng. Saat di pesawat, dokumen penting, iphone, sejumlah uang dan perhiasan saya dicuri orang . Gara-gara  itu, saya harus memperpanjang liburan saya, dan artinya bolos kantor, serta wara-wiri mengurus dokumen baru yang tentunya menguras energi, emosi dan juga material.

Jelas saya kesal, marah, nyesel,  sedih dan capek hati waktu itu.
Tapi saya selalu yakin, semua pasti ada hikmahnya, pasti  ada pelajaran yang bisa diambil, seperti yang pernah saya ceritakan di sini.

Setelah kepanikan mereda dan saya  bisa menerima, saya mulai berpikir, I can not just accept this. I have to make something out of it.

they say when life gives you lemon, you’re supposed to make lemonade.

but for me, I choose to write a story instead.

Jadilah saya mulai menulis lagi.

Walaupun saya sempet bilang, kalau saya pernah gak bakal bikin buku lagi…
I guess I just need the right motivation 🙂

Awal 2015, perjalanan  Lost and Found dimulai. Kalau gak salah dalam waktu dua atau tiga minggu saya berhasil menulis sekitar 50 lembar. Tapi kemudian macet. Seperti biasa, kemalasan dan kesibukan got the best of me.

Naskah Lost and Found pun terlantar.

Summer 2015, we lost someone in the family and I was a bit shaken.
Beberapa minggu setelah itu, I decided to write again.
Kali ini, saya bikin target, XXXX kata perminggu, dan bulan Desember sudah harus selesai draftnya. Saya bahkan nekad mengkontak si editor kesayangan dan bikin janji buat ketemu bulan Desember buat kasih naskah, padahal waktu itu naskahnya masih jauh dari selesai.
It was really tough karena kerjaan di kantor juga lagi sibuk banget. Pundak sampai pegel dan pusing-pusing gara-gara kejar deadline. Deadline yang saya ciptakan sendiri.
Tapi biarpun penuh tantangan, it actually helped me create the distactions I needed at the moment.

Desember 2015, draft pertama jadi dan saya serahkan ke Bu Editor sesuai janji. Lega rasanya. Seperti biasa, ada beberapa bagian yang harus ditulis ulang dan ditambah.
‘Good writing is rewriting’ kata Pak De Truman Capote.
Singkatnya, sekitar bulan May 2016, harusnya naskah saya sudah siap naik cetak, tapi eeeee… I was not happy with the end result, dan memutuskan that it is not ready.
Setelah mengulang proses writing, rewriting dan editing, baru deh akhir tahun ini kita memutuskan kalau semua sudah oke dan siap naik cetak.
Insya Allah, awal January buku keempat saya Lost and Found bakal terbit.

Panjanggg  ya ceritanya. Hahaha!
Yup, ini buku yang paling panjang dan rumit prosesnya. Sampai saya trauma nulis buku lagi… (have I told you writing is not my hobby?  🙂
Eh ,tapi setelah liat covernya langsung jadi pengen nulis lagi sih… *labil*

Jadi gitu deh ceritanya.
Buku ini lahir dari kepahitan-kepahitan yang saya alami waktu itu.
This, is my very own lemonade.

Kalian pernah gak, terinspirasi atau menciptakan sesuatu dari pengalaman yang gak enak?
What is your very own lemonade?

Please share in the comment below:)
IMG_8404.JPG

Advertisements

10 comments on “Lost and Found (Di balik layar)

  1. pritasyalala
    December 23, 2016

    YA AMPUN YA AMPUN….aku seneng banget mba fanny nulis lagiiiiiii…ga sabar beli novelnyaaa. selamat ya mbaak 🙂

    • fanhar
      December 23, 2016

      hahaha thanks ya Prita

  2. Dwi
    December 26, 2016

    Wooow, salut berat! get the best out of any situation yaaaa 👍👍👍
    Seneng banget baca posting ini, not only that you wrote about writing (dulu banget pernah rikues topik ini), but you even also wrote a book! Pengen beli dari Aachen gimana caranya Fan?

    • fanhar
      December 27, 2016

      Hi Dwiiii…
      makasih 🙂
      Akunya sendiri belum dapet bukunya hahha. mungkin sekitar april atau pertengahan tahun baru bisa punya. nanti aku kabarin di socmed

  3. Mila
    December 27, 2016

    Can’t wait.. Lov. Lov

    • fanhar
      December 27, 2016

      jangan lupa baca ya Mila 🙂

  4. bebe'
    December 27, 2016

    Congrats mbaa..

    Pingin bacaaaa.. tp ya harus pulkam dulu huhuhu… Semoga nanti ada yg bisa dititipin kirim..

  5. Pingback: 2016 – the hihglights | Four Seasons In Belgium

  6. karla
    January 4, 2017

    yeaaay udah beli bukunya barusan.. udah ikutin smua bukunya dari yang pertama tahun 2007, waktu itu masih SMP :p dan selalu nunggu buku2 baru.. ayo smangaat tulis buku teruus ya mbak (tante) fanny hahaha 😀

  7. ndiievania
    January 31, 2017

    aaah berarti bener nih. pas mba fanny minta pendapat cover buku itu aku mikir, jangan2 ini ceritanya dari yg pas liburan sama Al dulu 😀

    Selamat buat buku ke-4 nya ya mba Fan! btw terimakasih, punyaku sudah sampaaaii hari ini :*
    Siap baca nanti malam 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 22, 2016 by in bla bla bla, books, thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: