Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

The Crazy Things You Do as Pawrent(s)

imageSeperti yang sudah saya bilang di postingan ini, having Malou changed my life.
Kalau tadinya saya orang yang jijikan cenderung hypochondriac alias takut dengan berbagai macam penyakit sehingga mengindari segala sesuatu yang berpotensi penuh kuman, bakteri dan virus, gara-gara Malou saya jadi ‘terpaksa’ mengurangi fobia saya.

Iya sih saya masih cuci tangan melulu bawaannya tapi saya mulai mau gendong-gendong dan peluk-peluk Malou hahaha…

Nggak cuma itu tapi banyak banget kelakuan aneh yang saya lakukan yang mungkin cuma bisa dimaklumi oleh sesame pawrents lainnya…

Yang jelas, rasanya jadi kayak punya bayi lagi.. hihihi

 

  1. Talking in baby talk

Kalau ngeliat Malou, rasanya suka gak tega ngebayangin si bayik  sendirian berkelana di dunia yang kejam sebelum kita temuin dulu. Ke mana ibu bapaknya? Ke mana adik kakaknya? Huhuhu.. Sebatang kara gitu, makanya gak mungkin lah kita lepasin lagi begitu aja. Gimana kalau dimakan musang atau harimau (macam gue tinggal di hutan aja, but you know lah what I mean…). Sempet kuatir sih siapa tau ibunya nyariin trus jadi sedih karena kita ambil anaknya sehingga mereka jadi terpisah untuk selama-lamanya. Tapi kata ipar saya,  mama kucing bakalan lupa kok sama anaknya setelah dua hari. <<<IBU MACAM APA COBAK???>>>

Jadi ya sudah, kita adopsi Malou tanpa rasa bersalah atau takut dituduh sebagai penculik oleh si ibu kandung kucing.

 

  1. Calling your self Mama Kucing

Jujur ya dulu saya suka bingung kalau ada pawrents yang menggunakan sebutan mama/papa untuk binatang peliharaannya. Tapi sekarang… i’m guilty as charged ! Hahahaha

 

  1. Sibuk dengan doctor’s visits dan imunisasi

Sof ar kita udah 2 kali bawa Malou ke dokter hewan. Yang pertama untuk ngecek kondisi umumnya dan tahu jenis kelamin/umurnya serta mendapat obat anti cacing dan kutu. Yang kedua, untuk imunisasi pertama. Nah, kalau kunjungan pertama kita sekeluarga pergi rame-rame, di kali kedua, saya cuma berduaan sama Malou. Saya nyetir mobil di depan sementara Malou di jok belakang di dalam cat carriernya. Karena saya merasakan kegundahan <<<GUNDAH!!!>>> Malou, maka selama nyetir saya ajak dia ngobrol dalam bahasa Belanda + baby talk. Berulang kali saya bilang, kita mau ke dokter, nggak jauh kok, Malou jangan takut, kan ada mama di sini. Nanti Malou di suntik, tapi paling sakit sedikit gak apa-apa yaaaaa… dsb. Lama-lama saya nyadar, eh kenapa ngomong dalam bahasa Belanda, bukan Indonesia. Harusnya mah saya ngomong Indo supaya Malou bisa BILINGUAL!

 

  1. Baca-baca buku dan artikel tentang Kucing

Sama waktu Alyssa bayi dulu, sebagai mama (kucing) baru, saya banyak menimba ilmu dari membaca artikel dan buku-buku tentang kucing. Apa artinya kalau kucing purring, atau kneading, atau miauwing… Kenapa begini kenapa begitu? Makanan apa yang baik untuk kucing? Bagaimana mendidik dan toilet training si kucing?

 

  1. Bergaul dengan sesama Pawrents lainnya.

Tentunya sebagai ibu (kucing) baru saya jadi rajin cari-cari informasi gak cuma dari buku dan internet tapi dari sesama ibu kucing lainnya. Kebetulan di kantor banyak kolega yang pelihara kucing jadi lah kita ngomongin anak-anak kita melulu. Sampai satu kolega saya ngebawain banyakkkk banget mainan dan keranjang buat si Malou, bahkan sekantong plastik pasir buat toiletnya! Rejeki kucing soleh yah, dapet banyak gratisan hahahaha!

 

  1. BELANJA!!!

Ini yang paling menyenangkan hahahaha. Ceki-ceki pet shop dan on line shopping. Baca-baca review soal makanan dan susu terbaik. Mainan yang mendidik. Keranjang yang nyaman. Cat toilet dan litter berkualitas. Scratch Pole yang paling direkomendasikan…

 

  1. POOPIE time

Tau kan kalau sebagai ortu salah satu topik paling bikin kita excited adalah masalah  BAB anak-anak? Nah, sama aja deh sebagai mama kucing juga begitu. Awalnya saya deg-degan Malou belum bisa ke toilet sendiri. Tapi ternyata… pertama kali ditinggal kerja, pas pulang kantor saya mendapat laporan kalo Malou bisa BAB sendiri di toiletnya dan sudah langsung dibersihkan oleh si  Neng. Ahhhhh pintarnya anak-anakku!!!! Detik itu aku merasa berhasil sebagai seorang ibu! Hahahaha…

Beberapa minggu kemudian kami mengganti toilet Malou dari bak terbuka jadi yang tertutup, dan saya kuatir Malou gak suka karena gak biasa. Tapi paginya, Kang Mas Bul ngebangunin saya dengan berbisik mesra “our son has pooped in his new toilet”. Ahhhh… langsung berbunga-bunga hatiku hahahahah!!!

Cerita lain soal pupi, sekarang saya tau kalau Malou gak bisa minum susu kucing merek W****as karena bisa bikin dia diare. Trus kalau dia diare buntutnya jadi suka kotor dan mesti dibersihin. Jadilah saya, mas bul dan neng al suka gantian bersihin pant*t Malou pake tissue basah. Even in my wildest dream I never thought that I would one day clean up a kitty a$*🙂🙂🙂

 

So  there you go. Belum 3 minggu Malou tinggal sama kita sudah banyak banget perubahan saya. Yah memang, motherhood changes you… J

 

Are you also pawrents? Do share your pawrenting stories below pleaseeeee… J

One comment on “The Crazy Things You Do as Pawrent(s)

  1. TazOlip
    July 11, 2016

    Bener-bener kayak punya bayi lagi ya mba😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 1, 2016 by in bla bla bla, In Belgium, motherhood.

Navigation

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: