Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Kenapa Cinta edisi Satu Paket

Terkadang obrolan dengan seseorang bisa bikin kita (makin) jatuh cinta lagi sama pasangan. Seperti yang pernah saya ceritain di sini. Nah, beberapa hari lalu kejadian lagi deh, saya terlibat percakapan dengan beberapa kolega  dan entah gimana ceritanya, tahu-tahu saya nyeletuk kalau saya cerita semua hal ke Jo, termasuk urusan kantor. Trus mereka bingung. Hahaha.

Mereka sih ngakunya gak begitu sama pasangan mereka. Paling cuma sebatas basa-basi pertanyaan singkat ‘how’s work?’ yang kemudian dibalas dengan jawaban yang gak kalah singkatnya “good!”. That’s it.
Makanya mereka rada-rada gak percaya waktu saya bilang kalau saya cerita semuanya ke suami. Se.mu.a.nya!

Satu orang kolega saya sempet nggodain, ‘Jangan-jangan suami kamu cuma pura-pura ngedengerin doang Fan…’ hihihi.
Tapi saya yakin seyakin yakinnya, kalau mas bul beneran menyimak ocehan saya. Ini salah satu contohnya….

Suatu hari sepulang kerja, saya gak sabar untuk langsung ceritain gosip tentang masa lalu seorang rekan yang baru saya dengar. Saking semangatnya, saya heboh banget. Bayangin, ini gosip hangat yang gegap gempita dan saya mesti nunggu seharian sebelum bisa share ke mas bul (soalnya seharian itu saya meeting di luar kantor sama kolega lain jadi gak mungkin kan saya telpon  mas bul dan nggosip di depan mereka?).
Ehhh setelah cerita berapi-api, tanggapan mas bul datar aja. Padahal biasanya dia ikut heboh nanggepin kalau saya lagi cerita. Bingung dong saya? Apalagi pas dengan santainya dia ngomong:

KMB: Oh, aku udah tau kok soal itu.
FH    : Huh? Tau dari siapa? Siapa yang ceritain kamu?
KMB : *muka bingung* Ya dari kamu lahhhh. Masa dari X,Y,Z (nyebut nama kolega saya). Ya kali deh mereka telpon aku buat gosip.
FH     : Loh, aku aja baru tau hari ini. Ini makanya aku ceritain ke kamu.

….. Terus kita berdua diem-dieman. Pusing….

Gak lama kemudian…

KMB : Kamu udah tau lagi soal ini. Beberapa tahun yang lalu kamu pernah cerita kok.  Iya aku inget jelas sekarang.

Wakssssssssssssssss!!!!

Well dari cerita itu bisa diambil dua kesimpulan:

1) Saya pelupa berat
2) KMB pendengar yang baik dan bisa diandalkan (jadi kalau saya lupa dia yang inget)

Hahahahaha!

Nah, gara-gara kejadian itu saya jadi  keinget deh semua obrolan harian saya dengan KMB yang suka random banget. Mulai dari ngomongin soal kerjaan, anak, politik, film dan sebagainya yang selalu bikin saya dan dia suka ngakak-ngakak sendiri. Saya baru nyadar kalau ternyata gak semua pasangan berbagi hal-hal ‘gak penting’sehari hari dengan partner mereka ya.

Satu kolega saya pun nyeletuk, “Well, then you guys must be the luckiest…” (terusannya saya gk denger.. but i couldnt agree more. I feel lucky to have my best friend as my husband!

Buat saya, saya dan Jo itu satu paket. Kalau ada orang cerita ke saya, besar kemungkinan Jo juga bakal tau. Hihihi!

 

 

 

One comment on “Kenapa Cinta edisi Satu Paket

  1. TazOlip
    May 26, 2016

    Samaaaaa hahaha. Temenku pas cerita ke aku “Eh I’m gonna told you something, but don’t tell anyone else okay” pasti aku bales “Okay, I won’t, except to my hubby”
    hihihi soale apapun yang aku tau biasanya aku pasti cerita ke dia😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 25, 2016 by in bla bla bla, love is in the air.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: