Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Valentine’s Day

Some people hate it some people love it. 
“Hari Cinta” ini memang lumayan kontroversial.

Saya sendiri menganggap Valentine’s day sama dengan Halloween’s. They are just super cheesy :))

Beberapa orang (baca: suami) menganggap V day hanya merupakan strategi marketing biasa untuk mendongkrak penjualan coklat/bunga/kartu dan lain sebagainya.

Ada juga sekelompok masyarakat yang anti dengan kata valentine dengan alasan religius. Mungkin karena sejarah Sint Valentine, atau mungkin karena takut hari valentine dijadikan alasan buat remaja untuk melakukan hal-hal yang dianggap belum sepantasnya mereka lakukan. 

Entahlah. Saya sendiri nggak melihat sampai sejauh itu. Sama seperti pisau, tergantung siapa dan bagaimana menggunakannya. Apakah digunakan untuk memotong bawang di dapur atau mencelekai orang lain. Begitu juga valentine.
Sepertinya saya pernah cerita soal ini di blog, tapi gak apa-apa ya kalau diulang lagi? 

Dulu pas awal nikah dan “merayakan” valentine pertama kami, saya gak mempersiapkan apa-apa buat Jo. Soalnya saya tahu kalau sama seperti saya, dia menganggap valentine itu agak lebay, cuma buat abege doang lah :)! Ternyata, si Kang Mas Bul tetap menyediakan kado kecil buat saya. A sweet romantic card on the V day, telling me how much he loves me. Jadi walaupun dia sendiri gak suka ‘valentine-valentinan’, dia tetap menyiapkan sesuatu buat saya karena dia pengen bikin saya happy. And I still cherish that today. After so many valentines we ‘celebrated’ together.

Yes, you dont need a special day in a year to celebrate love.

Kamu juga gak butuh nunggu hari ibu buat bilang kamu sayang sama beliau.

Tidak perlu juga menanti sampai lebaran untuk meminta maaf atau bersilahturahmi.

Tapi nggak ada salahnya juga kan punya hari khusus buat merayakan sesuatu yang spesial?
Dan seperti kata Desi Anwar di twitternya beberapa tahun yang lalu, (saya lupa kata-kata tepatnya, tapi kurang lebih makna yang saya tangkep begini):

Dalam dunia di mana setiap hari kita mendengar begitu banyak cerita kebencian, gak ada salahnya kita sediakan satu hari untuk memperingati cinta.
 

   
Much love,

Fanny 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 14, 2016 by in bla bla bla.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: