Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Proud Mommy

Disclaimer: Ini postingan emak-emak yang bangga sama anaknya. Sebenernya saya menghindari kebanyakan posting pamer anak begini tapi suatu hari nanti kan blog ini dibaca ama Al juga jadi ya gapapa lah. Yang gak suka baca beginian, silahkan skip aja, hihihi ✌️

Neng Al, hari ini aku bangga sekali padamu. Ya walaupun tiap hari bangga juga sih.. Tapi hari ini istimewa.
Alasannya, karena tadi pagi, si Neng ikut lomba gymnastics yang ketiga kalinya and she did a good job!

Eh sebentar, mari kita cerita dulu sejarah kenapa Neng bisa tercebur ke dunia persenaman.

Jadi zaman dulu kala, adik papanya neng, alias tantenya neng adalah pesenam yang lumayan berprestasi. Sampai tingkat nasional segala lah dan sering dikirim ke luar negeri ikut perlombaan. Sebenernya bakat lentur dan flexible memang lumayan kuat di garis keluarga papanya si neng. KMB juga lentur abis badannya dan sempet ikut club gymnastics juga tapi dia males dan berhenti di tengah jalan, jadi gak sampai berprestasi. Intinya, it’s in the blood lah ya.

Dari neng kecil, bakatnya udah keliatan. Well, saya sih nggak ngeh ya, cuma suka dibilangin aja sama orang lain. Soalnya saat anak-anak seumurnya belajar jalan, Al malah belajar koprol, hihihi!

Waktu dia umur 2-3 tahunan, akhirnya kami mengikuti saran orang-orang dan memasukan si neng ke kelas senam. Eh, si neng ternyata gak suka. Dia sampai nangis-nangis kalau waktunya les. Yo wes, emang dasar gak ada ambisi apa-apa, ya kita gak maksain.

Waktu berjalan, dan gymnastics terlupakan. Namun tetep aja, si Neng hobinya split, jalan kayang, koprol, cartwheeling, dan sebagainya yang bikin orang lain yang liat was-was dan langsung komentar “ati-ati neng ntar kecetit!”

Sampai suatu hari, umur 8 tahun, si neng ikut papanya rapat di kecamatan. Sementara si papa diskusi sama orang-orang, neng jungkir balik di ruangan deket situ. Kebetulan salah satu orang di sana adalah pengurus klub gymnastics. Ngeliat si neng pecicilan begitu, dia langsung nanyain kenapa dia gak ikut club aja? She got the talent, kata si Bapak.

Dibilang begitu, Al akhirnya kepingin juga masuk club. Eh begitu ikut club, Al malah males-malesan. Tapi karena udah sepakat kalau dia harus selesaikan apa yang dia mulai, jadi dia tetep jalanin latihan walaupun setengah hati sampai program selesai baru dia boleh berhenti. Menjelang program selesai, pelatih Al malah menawarkan Al untuk tes masuk ke grup kompetisi. Al setuju mencoba, dan dia lolos! Gak jadi deh Al berhenti kelas gymnastics. Justru dia ‘naik kelas’ ke yang lebih intensieve.

Gabung di kelas kompetisi, tentunya dia jadi anak bawang di antara teman-teman yang mayoritas lebih tua, lebih berpengalaman dan sudah bertahun-tahun latihan. Al, yang cenderung perfeksionis jadi rada-rada minder. Dia tambah males-malesan deh ikut les. Tapi seperti biasa, karena udah ada perjanjian dengan mama papa, dia harus tetep menyelesaikan progam ini selama setahun. Kudu konsekuen dong dengan pilihannya. Lagian, mama papa ogah rugi secara udah bayar kelas buat setahun penuh, ahahaha!

Walaupun begitu, si neng tetap sering bolos gara-gara ketahan di Indonesia selama 3 minggu waktu itu, sempat cedera, sakit atau banyak ulangan dan PR (sekolah tetep no 1 dong). Jadinya si neng makin ketinggalan dibanding teman-temannya. Jadilah dia semakin minder dan benci ikut kelas. But mama papa dont care. Apalagi untuk alasan menghindar seperti itu, no way! Kalau dia merasa kurang jago, ya jangan kabur dengan membolos. Justru harus makin rajin latihan. So yes, we did push Neng. Bukan karena kita ingin dia dapat piala atau jadi juara 1, tapi karena kita ingin dia disiplin, konsekuen, berani mengalahkan rasa takut gagal, minder dan malasnya.

Pada lomba antar gymnastics clubs yang pertama, Al nyaris di DO karena gerakannya tidak sempurna dan dia jadi ‘juara’ kedua dari belakang.
We told her we are proud of her anyhow. Bangga karena dia berhasil mengalahkan rasa takut dan nervousnya. Bangga karena sekarang dia punya pengalaman lomba dan belajar untuk sportif. Bangga karena dia belajar untuk menerima kekalahan.

Di lomba kedua Al, dia meningkat ke peringkat ketiga atau keempat dari bontot.

Hari ini, lomba ketiga yang diikuti Al, dia dapet nilai 83, peringkat 4 di groupnya dan peringkat ke 11 di kategori umur 11-12 tahun (Al 10 tahun hihi) dan dia lolos boleh mengikuti lomba tingkat provinsi. Dia mengalahkan L, teman satu klub-nya yang selama ini selalu mengalahkan Al.

Selama ini, saya selalu berhati-hati menaruh harapan saya untuk Al.
Ya, tentu sebagai ibu saya pengen dia meraih segala prestasi, jadi juara dan no 1, jadi yang terbaik. Tapi tanpa itu semua pun saya akan tetep bangga sama dia. Lagipula saya gak mau membebani dia dengan cita-cita saya. Saya mau dia mengejar cita-citanya. Bukan cita-cita ibunya, papanya atau orang lain.

Saya mencoba untuk menahan diri dengan tidak mungungkapkan harapan saya sebelum lomba ke neng contohnya dengan mengucapkan “semoga kamu juara ya” !Kenapa? Karena saya tau ditanya begitu itu beban banget loh ke anak. She will think that she has to be a champion to make mama happy. Jadinya selama ini saya cuma menekankan kalau yang terpenting dia tenang, berusaha sebaik mungkin and HAVE FUN while doing it!
Iya, FUN… Soalnya that’s the most important thing for me. That she is happy.

Saya juga gak mau terlalu banyak memuji kalau dia berprestasi. Karena pujianpun kalau terlalu berlebihan bisa jadi beban. Bisa-bisa anaknya jadi haus pujian dan merasa dia harus selalu berprestasi untul membuat mama papa bangga padanya. Padahal mah enggak. Sekali lagi, she has to follow her dreams and her heart. Not ours.

Makanya hari ini saya happy banget dengan prestasi dia. She made a huge improvements!
Saya berharap hasil ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dia. Semoga neng belajar untuk gak ragu sama kemampuannya. Yakin, kalau kita tekun berusaha dan memberikan yang terbaik , Insya Allah hasilnya akan positif.

Hell yeah, I’m a proud mommy!

IMG_1959.JPG

IMG_1966.JPG

IMG_1963.JPG
Hadiah untuk prestasi Neng hari ini: iket rambut baru 😝

13 comments on “Proud Mommy

  1. adhyasahib
    February 28, 2015

    selamat neng Al, mudah2an berikut2 nya bisa lebih berprestasi lagi, tetap semangat !🙂

  2. adhyasahib
    February 28, 2015

    btw neng Al cantiiik banget😀

    • fanhar
      March 1, 2015

      Hihihi.. Makasih sekali lagi adhya!!!

  3. mrscat
    March 1, 2015

    Keren banget Al.

    • fanhar
      March 1, 2015

      Kayak mamanya ya nov ahahah

  4. Cut Isyana
    March 1, 2015

    Whoaaa! Itu Neng, Mbak, ya lompat indah? Keren banget!

    • fanhar
      March 1, 2015

      Iya itu neng, dia ikut yg grup trampoline

  5. Congratulations Alissa. Bravissima. Semangat.. Moga2 makin rajin latihan dan semakin berprestasi yaa🙂

    • fanhar
      March 1, 2015

      Amin. Terimakasih Tante Anggi!

  6. veronica5277
    March 2, 2015

    Good job Al…. keren banget deh!!! Semoga makin berprestasi tapi tetap down to earth, amien ^_^

  7. dk6riyani
    May 27, 2015

    Bacanya bikin ikutan seneng…. Fans sama neng manis juga xox

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 28, 2015 by in motherhood, sosporty.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: