Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Morocco Part II : Marrakech

Seperti yang sudah saya bilang di post tentang Casablanca, Marrakech terletak sekitar 3 jam naik mobil dari Casa. Saya ke sana bareng KZ, temanku orang Maroko yang baik hati itu.
Road trip kami berlangsung seru karena dijalani sambil nyanyi-nyanyi, trus ngantuk, trus berenti ngopi cantik trus lanjut nyanyi-nyanyi lagi. Hehe !

IMG_7309.PNG

Jalanan menuju Marrakech besar, bersih dan lancar. Lurussss melulu karena 2 kali melewati tol.
Bagi yang gak tau peta Maroko, Casablanca itu terletak di pesisir pantai sementara Marrakech itu lebih ke tengah, menuju ke padang pasir. Malah kata temen saya, Marakesh itu dikenal dengan sebutan Gate of the Desert. Kota ini juga dikenal sebagai Red City, soalnya bangunannya mayoritas berwarna merah karena terbuat tanah liat. Alasannya, hanya tanah liat yang kuat menahan panasnya terik matahari musim panas di Marrakech. Bahan lain bakal gak kuat dan akan retak-retak.
Err.. semua info ini saya dapat dari KZ ya. Kalau salah ya mohon maap dan salahin itu orang! Ahahaha🙂

Sekitar 2/3 perjalanan, pemandangan mulai terlihat sedikit berbeda. Bukit-bukit berwarna coklat kemerahan mulai bermunculan. Udarapun terasa lebih kering dan berdebu. Tadinya saya pikir itu pegunungan padang pasir tapi ternyata bukan. Malah kata KZ, kalau musim dingin gunung-gunung itu akan tertutup salju. Saya baru tahu kalau kamu juga bisa maen ski di Afrika ! Malah kata KZ, Fez (salah satu kota terkenal lain di Maroko) beken sebagai tujuan liburan musim dingin. Wow ! Jadi pengen ke Fez untuk ski !!!

IMG_6794.JPG

IMG_6810.JPG

IMG_6795.JPG

Saat memasuki kota Marrakech, mulai terlihat lagi jalanan lapang dan bersih dengan pohon palem di setiap sisi. Gak hanya itu, banyak juga terlilhat penjaga dan polisi berdiri setiap beberapa meter. Kata KZ, biasanya itu tanda Raja akan lewat. Apalagi saat itu setiap petugas mengenakan sarung tangan putih. Artinya, kemungkinan Rombongan Kerajaan sudah dekat; karena petugas/polisi hanya boleh memberi hormat dengan menggunakan sarung tangan. Tapi karena iklim di Maroko yang sering panas saat summer, mereka diijinkan melepas sarung tangan tersebut dan hanya menggunakannya di saat akan memberi hormat. Nah, saat itu semua polisi yang kita lihat sudah siap, rapih dan berdiri tegap dengan sarung tangan. Artinya mereka sudah siap memberi hormat. Eh, apa jangan-jangan mereka mau kasih hormat sama saya yah. Ahahhaha !!!

IMG_6819.JPG

Anyway, Marrakech benar-benar berbeda dari bayangan saya sebelumnya. Tadinya saya pikir ini kota kecil dan ‘kuno’. Ternyata saya salah. Kota ini justru gabungan dari gaya hidup modern, keren tapi juga tetap tradisional.
Banyak sekali hotel-hotel dan resort mewah di sini, bahkan ada casino segala (walaupun negara Islam, tapi beberapa kota di Moroko melegalkan tempat judi). Gak hanya itu, kota ini juga dikenal sebagai kota party dengan club-club yang sering mendatangkan DJ kelas dunia. Wah saya sampai bengong. Intinya, kalau ke sini mesti bawa gaun gaul dan cantik ya.. heheheh!

Kami sampai di Marrakech sekitar pukul 5 sore dan langsung mencari hotel. Ternyata teman saya tidak mereservasi hotel biasa tapi riad, alias rumah penduduk asli yang di renovasi menjadi semacam bed and breakfast. Seperti layaknya tempat tinggal ala Moroko, maka riad ini juga memiliki kamar tamu sebagai ruang inti yang memiliki unsur air dan tumbuhan, dan beratap tinggi yang gunanya untuk menangkal hawa panas. Oya, riad ini juga (sepertinya) dibuat dari tanah liat. Seru banget deh.
Apalagi letaknya juga di gang kecil gitu, penuh lika liku saat mencarinya hahaha.

IMG_6877.JPG

IMG_6873.JPG

IMG_6881.JPG

IMG_6878.JPG

Setelah menaruh barang-barang di kamar, kami jalan kaki menuju the most famous place in Marrakech: Djema el Fna square dan souk (pasar tradisional). Secara ini tempat ngetop abis, jadinya ya rame dan penuh turis. Djema El Fna itu kayak semacam lapangan sebelum pintu masuk souk. Tempatnya besar dan banyak orang jualan dan beratraksi. Ada bapak-bapak rame ngariung mendengarkan ocehan seorang story teller, ada perempuan yang ngedeprok ngebiarin tangannya dilukis pake henna (nyesel deh saya gak mau)..ada pedagang kaki lima, ada penjual jus jeruk (oya FYI, jeruk di Maroko itu manissssssssssss banget, asli deh selama di sana saya minum jus jeruk terus). Karena kami sampai sana menjelang gelap, maka sudah banyak penjaja makanan kaki lima juga. Jadi ternyata kalau malam, tempat ini menjelma jadi pasar kaget yang menjajakan sup tradisional Maroko dan makanan BBQ (juga ala Maroko).

Kami terus berjalan memasuki area souk. Barang yang dijual macam-macam, kebanyakan kerajinan Maroko. Baju-baju muslim dan sehari-hari, keramik-keramik super cantik warna-warni, olives, dsb. Kata KZ, setiap kota di Maroko punya ke-khasan sendiri. Ada yang spesialisasinya bikin kerajinan kayu, ada yang logam, ada yang keramik. Tapi asli, semuanya bagusssss… Kombinasi warna dan desainya ituloh!!!

Karena capek, akhirnya kami mampir di sebuah kafe di tengah pasar. Tempatnya kecil tapi 3 tingkat dan ternyata di lantai atas ada terasnya. Akhirnya kami nongkrong-nongkrong cantik di sana sambil ngeliatin suasana souks dan memandangi hari yang mulai beranjak malam. Gak lama terdengar suara syahdu azan magrib. Ahhh, it’s so beautiful!

IMG_6938.JPG

IMG_6898.JPG

IMG_6928.JPG

IMG_6930.JPG

Selesai nge-jus dan nge-teh, kami muter-muter lagi naik mobil kelilling kota. Dan makin jelas deh kecantikan Marrakesh di mata saya. Sempet mau mampir ke cafe, tapi kata KZ, we were a bit underdressed jadi kalau mau mesti balik ke Riad buat ganti baju. Akhirnya karena males, kami berhenti aja di sebuah mall dan belanja sedikit sambil makan malam. Habis itu pulang deh, cuci kaki trus bobok🙂

Keesokan paginya, kami bangun dan sarapan di roof top Riad yang oke banget. Have i told you how i love Morrocan
breakfast?

IMG_6863.JPG

IMG_6862.JPG

IMG_6947.JPG

IMG_6867.JPG

Abis sarapan kita checked out trus KZ membawa saya ke satu tempat rahasia. BTW, emang si KZ ini manjain saya banget deh selama di sana. Beneran ngajak kemana-mana, trus suka sok rahasia gitu kasih surprise. Contohnya waktu nginep di Riad, dia juga gak mau kasih tahu nama hotelnya.. Sekarangpun begitu. Dia gak bilang kami mau ke mana.
By the way, sehari sebelumnya KZ cerita kalau di Marrakesh cuma pohon palm yang bisa tumbuh, tapi saat menuju ke tempat ‘rahasia’ itu, saya juga melihat beberapa pohon lain di jalan. Waktu ditanya, KZ bilang.. well, mungkin itu ada hubungannya sama tempat yang bakal kita kunjungi nanti. Katanya sambil mesam mesem.

Ternyata KZ mengajak saya ke Jardin Majorelle. Sesuai namanya, taman ini didesain oleh artis prancis Majorelle dan sekitar tahun 1980-an dibeli oleh alm. Yves Saint Laurent. Bahkan setelah meninggal, kabarnya abu YSL di tebarkan di taman ini.
Di dalam taman, juga ada bekas rumah YSL yangd idominasi warna biru (yang akhirnya dikenal dengan ”majorelle blue” ) dan kuning. Cantik banget tempatnya dan oke buat foto-foto hehee. Di taman ini jugalah saya pertama kali lihat kaktus segede-gede tiang listrik! Hahaha.

IMG_6997.JPG

IMG_7029.JPG

Setelah puas foto-foto, kami keliling Marrakesh naik bus turis. Bus ini memiliki 2 jalur. Pertama kami naik jalur yang mengelilingi bagian luar Marrakesh. Lagi-lagi saya melihat banyak pohon palem, kaktus dan onta-onta yang pada hang out🙂
Sekitar sejam kemudian, kami ganti jalur yang mengitari dalam kota. Sayangnya naik bus ini kurang seru karena gak terlalu banyak yang bisa dilihat.

IMG_7075.JPG

IMG_7081.JPG

IMG_7071.JPG

Habis naik bis, kami kelaperan dan KZ mengajak saya makan di kaki lima ngetop di Marrakesh. Katanya semua orang Marokko yang liburan ke sana pasti makan di sini. Menunya BBQ gitu yang dimakan bareng semacam sambal tomat segar (ada versi pedas dan gak pedas), salad, kentang goreng dan roti. Rasanya emang enak. Dagingnya empuk dan gurih, cocolan tomatnya seger. Sayang gak ada nasi panas. Hahahaha.

IMG_7085.JPG

Selesai makan kita langsung balik lagi road trip ke Casa dan di pinggir jalan sempet beli pomegranate atau delima yang gede-gede dan (katanya) manissss banget. Belinya sama abang-abang asongan yang takut-takut dikejar razia gitu. Hehehe.
Memang Maroko tuh mirip banget sama Indo deh. Banyak kaki lima, pedagang asongan, pengendara mobil yang sembarangan nyetir dan sama sekali gak menghormati pejalan kaki. Ada juga bapak-bapak yang ngeboncengin 4 anak ingusan di motornya. Persis kayak di Indo! Hahahaha

Pokoknya, it was such a lovely trip!!!
Pengen lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii….

6 comments on “Morocco Part II : Marrakech

  1. greissani
    September 22, 2014

    kok mirip sambel mentahnya bali ya mbak hihihi

    • fanhar
      September 22, 2014

      haha iya.. tapi rasanya gak mirip sambel sih. lebih kayak salsa

  2. fibenewyork
    September 22, 2014

    Garden nya itu aku suka. Ngak nyangka yah garden yang penuh sama cactus bisa cantik sekali. Tapi siapa dulu yang design🙂 Don’t you just love the colors of the wall, doors, and everything……

    • fanhar
      September 22, 2014

      iya Morocco itu warnanya oke banget. desainnya jugaaa.
      aku nganga liat kaktus setinggi rumah ahaha. tempat ini fotogenic bingitsss

  3. fibenewyork
    September 22, 2014

    Sempat ke factory untuk jaket kulit di Marakech? Terkenal banget sampe masuk NYTimes hehehe… Ternyata yang merek Prada dll semua bikinnya disini. Tanery-nya dari Fez. Aku kalap belinya hehehe… Qualitynya lebih bagus dari yang dibuat di Florence, Italy. Jadi pengen kesana lagi aku…..

    • fanhar
      September 26, 2014

      gak sempettttt. sebenernya emang gak niat belanja sih. liat piring aja aku bingung. sekarang nyeselllll hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 20, 2014 by in jalan-jalan.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: