Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Morocco part I : Casablanca

Bulan Mei lalu teman saya yang orang Maroko, KZ, datang ke Belgia untuk liburan. Kami makan siang bareng sambil ngobrol-ngobrol bernostalgia. Soalnya udah hampir 10 tahun gak ketemu. Oya KZ ini saya kenal waktu di Denmark dulu. Kami suka shopping bareng, bahkan sampai bolos kelas segala hehhehe. Saat itulah tercetus ide buat kunjungan balasan. Tapi karena saya udah punya rencana ke Swiss dan US, akhirnya trip ini mesti ditunda dulu sampai September.

Dari dulu saya memang pengen banget mengunjungi Maroko. Saya udah kangen dengan liburan yang lebih eksotik di negara lain. Bosen sama Europe! Hehehe! Apalagi saya belum pernah ke Afrika. Sayangnya si masbul suka gak mau kalau diajakin. Nah kali ini cocok deh, bisa ke Afrika sendirian, having me time sekalian girl-days-out bareng teman baik. Yay!

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu dateng juga. Saya berangkat ke Maroko pagi-pagi. Penerbangan dari Belgia ke sana cuma 3 jam lebih sedikit. Dan yang lebih menyenangkan, WNI gak perlu VISA buat masuk Maroko. Malah kayaknya setiap petugas yang ngecek paspor saya bakal senyum dan menyapa: ‘Ah, Indonesia?’ sambil ngangguk-ngangguk. Mungkin menyadari sesama negara dengan mayoritas penduduk muslim kali ya?

Saya sempet nunggu 1 jam lebih di bandara karena KZ jemput saya di terminal 1 sementara saya ada di terminal 2 dan kami gak bisa komunikasi gara-gara iphone dia habis baterenya. Yey! Yang ada tunggu-tungguan gak jelas begitu.
Setelah akhirnya ketemu, kami langsung capcus menuju pusat kota.

IMG_0001.JPG
(bandara Mohammed 5, Casablanca)

Yang saya suka dari Casablanca, jalannya gede-gede dan bersih. Trus banyak pohon palem-nya. I’m impressed. Beneran gak nyangka deh bakal sebagus itu.

IMG_0008.JPG

Sebelum ke sini, saya bingung mau bawa baju apa. Soalnya yang saya baca di internet, turis dianjurkan untuk tidak bawa baju yang terlalu terbuka. Walaupun tidak harus menggunakan baju muslim, tapi sebaiknya longgar. Untuk bawahan disarankan paling tidak di bawah lutut, sementara atasan sebaiknya baju berlengan sampai siku dan jangan sleveless atau yang terlalu rendah potongan kerahnya. Tapi waktu saya tanya KZ, jawabannya: No.. Bring whatever you like! Dont forget your bikini! Hahaha
Jadi ternyata, Casblanca mirip sama Jakarta lah ya. Walaupun banyak yang berbaju tertutup tapi banyak juga yang cuek. Kalau pede aja sih gak papa keluyuran pake tanktop. Paling diliatin atau disiulin. Ya terrgantung tempat yang kita kunjungi juga sih.Saran saya, kalau turis perempuan mau ke sini sendirian, mending tetep bawa baju sopan sih dan layers. Karena kemarin saya jalan-jalannya sama orang lokal yang galak, jadi gak ada yang berani godain apalagi colek-colek. Makanya saya santai pake baju biasa😉

Malam pertama saya di situ, KZ mengajak saya ngopi-ngopi cantik di Paul. Tempatnya enak karena open air dan cuacanya cocok banget buat ngobrol sore-sore. Saya liat banyak kawula muda Maroko bergaul di sini. Setelah ngupi, kami ke apartemen KZ dan siap-siap buat ketemu teman-temannya; seorang stand up comedy yang katanya ngetop di sana, seorang expat dari London, dan satu lagi expat dari Jerman plus beberapa orang teman KZ lain yang ketemu di sana. Kocaknya, salah satu temen KZ bawa temennya yang ternyata satu pesawat sama saya dari Belgia! Saya inget banget sama itu orang karena pas di airport dia celingukan mo duduk di samping saya tapi karena ada tas dia ragu, sampai saya turunin tas saya dan menyilakan dia untuk duduk. Trus pas antri di imigrasi saat mendarat, saya berdiri di belakang dia dan nanya-nanya. KZ juga inget karena dia sempat liat itu orang di airport pas mo jemput saya. hehehe. Emang itu orang ganteng, terrnyata dia model yang mau pemotretan di marokko! Panteslah kalau saya dan KZ inget banget ama tampangnya. Hihihi

Keesokan harinya, kami sarapan di apartemen. Kemudian siangnya, papa KZ datang membawa Couscous untuk makan siang. Ternyata, memang sudah tradisi di Maroko, kalau couscous di makan bersama keluarga sebelum sholat Jumat. Makannya pun satu piring rame-rame, keroyokan dengan 4 sendok! Yummm!

IMG_1460.PNG

Setelah lunch, KZ ngajak saya puter-puter keliling downtown lalu kami ke pantai. Ternyata pantai di Casa (panggilan orang lokal untuk Casablanca) cantik dan berpasir putih. Kami menghabiskan waktu di private beach club supaya bisa pakai bikini! hahaha.
Seru banget rasanya dan saya langsung foto-foto buat dikirim ke suami yang lagi ngantor.🙂

IMG_0005.JPG

Setelah mantai, kami shopping sebentar di sebuah mall yang juga terletak di pinggir pantai. Sebenernya ada mall yang lebih bagus yang katanya terbesar di Afrika, tapi sayangnya kami gak ada waktu buat ke sana. Shopping pun gak berlangsung lama karena kami mesti pulang siap-siap untuk dinner karena KZ mengundang teman-temannya makan malam bareng di apartemen.
Kali ini menunya adalah Pastilla, semacam pie dengan almond dan ayam suwir. Btw, memang kebanyakan makanan khas Maroko pasti kombinasi antara asin dan manis. Love it!

IMG_1459.PNG

Hari ketiga, kami berangkat ke Marrakech, kota di Maroko yang terkenal banget dengan kecantikannya dan beken sebagai tempat liburan untuk turis dan orang lokal. Cerita selengkapnya tentang Marrakech akan saya tulis di post lain.
Yang jelas sebelum ke Marrakech kami menyempatkan diri untuk sarapan khas Maroko di Cafe Maure di Casa. Ahhh i love this place so much!
Susah ngejelasin pake kata-kata, jadi liat fotonya aja yaaa…

IMG_0009.JPG

IMG_0043.JPG

IMG_0041.JPG

Setelah sarapan kami sempet mampir dulu ke bazaar yang diadakan kenalan KZ lalu kami road trip ke Marrakech.

Pulang dari Marrakech hari minggu malam dan kami langsung istirahat di apartemen.
Esok harinya kami sarapan lagi-lagi Moroccan traditional breakfast (i just love it so much!) lalu lanjut pasar tradisional. Kata KZ, seminggu yang lalu Tom Cruise abis syuting Mission Impossible 5 di sana. Ah, saya telat seminggu. Tapi gak papa, it’s his lost gak bisa ketemu saya. hahahah!
Di pasar ini banyak kerajinan Maroko yang cantik-cantik. Saking bagusnya aku bingung mo beli yang mana! hehehe. I just love the colours and paterns!

IMG_0016.JPG

Habis cuci mata di pasar, kami ke Mesjid Hassan II yang cantiiiiiiiik banget. Katanya, ini mesjid no 3 terbesar di dunia. Desinnya detil sekali tapi walaupun rame, tetap terkesan adem menyejukan. Apalagi mesjid ini di bangun di tepi laut yang kata,ya kalau air pasang jadi terlihat mengapung dari kejauhan. ih canggih banget! Perpaduan mesjid, laut dan birunya langut cerah bener-bener keren abis!!!!

IMG_0020.JPG

Sehari sebelumnya, saya tanya KZ apakah orang Maroko gak suka makan seafood. Soalnya selama di sana perasaan saya diajak makan daging terus. Ternyata, sebenernya orang Maroko suka seafood, tapi untuk tamu mereka memang terbiasa menyuguhkan daging, karena daging lebih mahal harganya! Dan sama seperti orang Indo, memang sudah budaya menyajikan yang terbaik untuk tamu. Tapi karena saya suka seafood akhirnya KZ ngajak makan seafood deh buat lunch!

IMG_0017.JPG

Sebenernya hari ini kami juga rencana ke Rabat, ibu kota Morocco yang letaknya sekitar 90 km dari Casa. Sayangnya, saya rada batpil dan kami berdua kecapekan. Akhirnya kita memilih ke salon supaya saya bisa ngerasin hammam khas Maroko. Yay, pampering time!

Gimana sih hammam itu?
Pertama, saya masuk ke ruangan semacam sauna. Panas dan lembab. Gunanya buat rileksasi sekaligus menyiapkan kulit untuk treatment selanjutnya. Gak lama, seorang terapis masuk dan mulai men-scub sekujur tubuh sambil dipijat (kayak luluran). Lalu habis itu dimandiin di shower.
Setelah mandi, saya dipijat dengan …. coklat cair! Aduuuhh… enaknya. sebenernya sih saya lebih suka pijatan ala indonesia! Tapi bau coklatnya bener-bener enaaaaak deh! Habis pijet kami meni-pedi bersama hehehe.
Lalu lanjut ke Starbucks karena saya pengen coklat gara-gara aroma saat pijet tadi😉

Sayangnya, ini malam terakhir di Maroko. Jadi kami pulang cepat supaya saya bisa packing dan istirahat. Esoknya Selasa dini hari, saya harus terbang balik ke sana!

But, i will be back!!!

11 comments on “Morocco part I : Casablanca

  1. fibenewyork
    September 17, 2014

    Oh suka banget saya sama Morocco. Mbak ke Jmaa Fna pasti kan? Saya udah pernah dua kali ke Morocco dan pengen balik lagi…. Sempat ke Fez ngak? Marketnya lebih ngak touristy daripada yang di Marakech. Tapi dimanapun suka🙂

    • fanhar
      September 17, 2014

      iya dong.. ke Jmaa el Fna juga🙂
      sayang gak sempet ke fez, tapi pengen banget sih ke Morokko lagi. bagussss

  2. nyonyasepatu
    September 18, 2014

    Fan, kamu gak mimisan itu ngeliat semua piring2?

    • fanhar
      September 18, 2014

      mimisan sambil ngeces-ngeces. gilaaa cantik-cantik bingitssss!!!!!

  3. diandiw
    September 18, 2014

    ahhh kok jadi pengen ngerasain dipijet pake coklattt😆
    kotanya juga kayanya bersih ya mbaa

    • fanhar
      September 18, 2014

      hihihi… jadi laper pas dipijet ngebayangin makan coklat!
      iya kotanya bersih dan jalannya lebar… gak nyangka euy!

  4. veronica5277
    September 18, 2014

    Wuiiii asyiknya yang bisa jalan-jalan ^_^… ma kasih dah sharing foto dan cerita…

  5. Clarissa Mey
    September 18, 2014

    Huahh asik yah jd pengen ke maroko juga🙂

    • fanhar
      September 18, 2014

      masukin dong ke bucket list! heheh amin semoga suatu hari kamu bisa ke sana juga.

  6. Pingback: something to remember | Four Seasons In Belgium

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 17, 2014 by in jalan-jalan.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: