Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Summer Camp

Setiap tanggal 10-20 Augustus, Al ikutan summer camp sama grup Karang Taruna (chiro)-nya.
Seperti yang sudah saya ceritakan di sini, chiro itu perkumpulan anak-anak sampai remaja dan di bagi-bagi per tingkatan/jenis kelamin.
Untuk Regu Putri Kelas 1-2 namanya P!nkels. Kelas 3-4 Speel club, dsb
Sekarang Alyssa masih ikut grup Speel club (tapi mulai September/tahun ajaran baru dia bakal naik kelas 5 dan jadi Kw!ks)
Dulu waktu P!nkels alyssa cuma ikut kemping 7 hari, tapi sejak dua tahun terakhir, dia ikut kemping yang 10 hari.

Walaupun namanya kemping, tapi bukan berarti diadakan di gunung dengan tenda ya.
Biaya camping-nya sendiri sangat terjangkau. Cuma 110 euro atau kurang lebih 1,765 ribu rupiah sudah termasuk biaya akomodasi, konsumsi, transportasi, acara khusus, outing dan asuransi selama 10 hari. Kalau mau, ortu boleh kasih uang jajan, tapi dipesenin jangan banyak-banyak juga. Palingan buat beli perangko. Kemaren sih Al dibekelin 5 Eur tapi utuh duitnya. Gak jajan sama sekali, dan gak perlu beli perangko juga karena sudah dibawain dari rumah.. hehe irit !.

Waktu pertama kali ikut summer camp (kelas 2), venue-nya di adakan di kastil tua. Waktu kelas 3 (tahun lalu), anak-anak menginap di sekolahan di kota lain. Tahun ini, mereka menginap di lokasi chiro di desa tetangga (sekitar 40 menit naik mobil dari rumah)
Untuk anak yang lebih besar, kadang-kadang mereka berangkat naik sepeda sampai ke lokasi kemping. Tapi untuk anak-anak yang lebih kecil, biasanya mereka naik bis bareng rombongan.

Biasanya camp-nya di bagi 2 : cewek dan cowok. Kebayang gak sih serunya camp isi puluhan cewek-cewek dari umur 6 sampai belasan tahun, ngeriung jadi satu selama 10 hari. Apalagi selama kemping, gak ada TV, gak ada gadgets, dan gak boleh bawa telpon genggam. Jadi anak-anak “dipaksa” buat bener-bener main dan bikin acara sekreatif mungkin.

Tema kemping tahun ini, adalah Rock Festival. Saya kebayang, suasananya mungkin di bikin macam music festival ala woodstock, tomorrow land, pukkelpop, dsb. Dari yang saya baca sih kurang lebih : 10 hari penuh musik, 10 hari begadang, 10 hari tanpa mandi! Ahaha.. agak-agak hiperbola tapi seru banget kayaknya.
Setiap tahun, anak-anak di minta bawa kostum tertentu tergantung tema dan acara grup mereka. Tahun ini Alyssa diminta bawa baju Swag (cool ala rapper begitu), kostum gelandangan, kostum berwarna kuning, dan kaos putih jelek. Oya, setiap tahun masing-masing anak juga diminta membawa ‘satu stel baju jelek yang kalau kotor atau rusak bisa langsung buang’ untuk dipakai saat ‘vetig dag’ alias ‘hari jorok’. Errr.. kebayang gakk sih itu baju bakal dipakai ngapain? Guling-gulingan di lumpur, maen cat? entahlah.. hahaha
Yang jelas kemarin waktu saya ngebongkar koper AL, isinya kotorrrr semua. Satu baju terpaksa dibuang karena sudah tak terselamatkan. Penuh lumpur dan pasir. Ada juga celana penuh cat.
Begitu nyampe Al ngadu kalau sepatu lari-nya hilang. Hiks, padahal masih lumayan baru. Mukanya penuh penyesalan, sampai waktu saya bilang gak apa-apa, dia kaget dan terharu karena gak dimarahin Hehehe. Ternyata setelah bongkar koper, sepatunya ketemu. Penuh lumpur. Ya ampuuunn.
Semaleman saya nyuci baju dan sepatu. Belum pernah rasanya sebersyukur itu punya mesin cuci. Sampai pinggang gempor. Gimana kalau mesti ngucek sendiri ya.. Pfftt
But that’s alright, artinya si neng had so much fun !

Kesannya kok liar sekali ya? Hihi. Padahal gak juga karena sebenarnya acara kemping ini terorganir baik sekali. Sebelum berangkat, biasanya kakak-kakak akan datang ke rumah peserta, bicara dengan ortunya, kasih buklet berisi program acara dan barang-barang yang perlu di bawa serta form data dan kesehatan anak. Sehari sebelum berangkat, kita menyerahkan koper-koper yang akan dibawa ke tempat kemping. Keesokan harinya, anak-anak tinggal berangkat bawa tas kecil naik bus atau sepeda bareng grup mereka ke lokasi kemping.

Kempingnya sendiri juga diawasi oleh beberapa orang dewasa yang ikut volunteer sebagai “kookouders” alias orang tua tukang masak. Jadi merekalah yang setiap hari bertugas menyiapkan makanan buat anak-anak. Kemarin waktu nganter koper Alyssa, saya sempet liat belanjaan mereka. Ya ampunnnn itu namanya kentang berkarung-karung. Hihihi.
Bahkan mereka bawa msin cuci, pengering, kulkas dan deep freezer juga loh! Jadi saya gak terlalu kuatir kalau alyssa ngagk keurus. Apalagi untuk anak-anak yang kecil kakak-kakaknya ngebantu banget.
Bahkan kalau ada anak yang ngompol, mereka akan cuci dan bersihin sleeping bag si anak. Dan kata Alyssa, biasanya kakak-kakak akan gantian bacain cerita sebelum bobo… hihihi

Karena gak boleh bawa telpon atau gadget, komunikasi dengan orang tua/keluarga di rumah hanya bisa dilakukan via surat. Tentunya ada nomer emergency yang bisa dihubungi ya, tapi ya bener-bener untuk keadaan darurat aja. Bahkan ortu pun disaranin untuk gak kasih tau anak kalau ada kabar buruk di rumah, kecuali kalau emang sekalian si anak mo dijemput pulang. Soalnya kasian kan, nanti anaknya cuma sedih doang di tempat kemping gak bisa ngapa-ngapain juga.
Selama 10 hari itu, neng sempet kirim 2 surat ke mama papa dan 1 surat ke oma. Gak seperti tahun lalu, yang isi suratnya super singkat dan terkesan terpaksa, kali ini dia cerita panjang benerrrr.
Mulai dari siapa yang bobo di sebelahnya, baikan sama si A, berantem sama si B, anak-anak yang berisik kalau malem bikin dia gak bisa bobo, makan salad, dan sebagainya. Lucu banget suratnya🙂

Ini foto-foto acara kemping tahun ini!
OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA ??????????????????????????????? OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA iphone july-augustus 2014 566 OLYMPUS DIGITAL CAMERA iphone july-augustus 2014 619 iphone july-augustus 2014 623.

8 comments on “Summer Camp

  1. ceritaikha
    August 25, 2014

    Seru banget yaah, emaknya kudu bener2 tega ya

    • fanhar
      August 25, 2014

      iya seru! emaknya gpp sih malah bisa pacaran :))

  2. veronica5277
    August 25, 2014

    Asyiknyaaaa… anakku cuma paling lama 3 hari, tapi kudu masaaak sendiri… gak kebayang deh waktu itu. yang ada pulang-pulang dia eneg telur, karena tiap makan gak jauh dari telur

    • fanhar
      August 25, 2014

      hahah ampe eneggg..:)) kalau al cuma suruh cuci piring sendiri. udah merem aja deh 10 hari itu gak higienis samsek. gpp biar kuat!

      • veronica5277
        August 26, 2014

        Benerrr.. ada kalanya anak-anak kudu diajari makan yang gak higienis gitu…

  3. dhira rahman
    August 27, 2014

    she really had so much funn!!

  4. dhira rahman
    August 27, 2014

    *kepencet padahal blom kelar komen*

    andaikan disini ada, aku bakal seneng banget ngikutin zua ke acara begini.. anak Indonesia jaman sekarang kayaknya erlalu enak idupnya mainan gadget dan mainan di mall

    • fanhar
      August 27, 2014

      hahaha iyaa dhir. kebayang serunya. gue aja iri…
      trus kadang ortu indo (termasuk gue) suka terlalu higienis.. ini gue merem aja deh liat anak gue maen ‘jorok’. sak karepmu. yang penting bersenang senang (dan belajar juga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 23, 2014 by in In Belgium, motherhood.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: