Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Airbnb

Saat pergi ke Amerika kemarin, kami nekat menggunakan jasa AirBnb. Iya nekat, karena ini pertama kalinya pakai Airbnb dan langsung untuk 2 minggu liburan ‘besar’ pula, di 3 kota yang berbeda. Tapi jujur, kami puas banget makanya mau sharing di sini. Siapa tahu pengalaman kami bisa bantu temen-temen sekalian. Yuk, mariiiiii…

Apa itu airbnb?
Airbnb menyediakan jasa bagi para traveler untuk menginap di tempat tinggal penduduk asli, dan sebaliknya bagi penduduk asli untuk menjadi tuan rumah dan mendapatkan penghasilan tambahan dengan menyewakan tempat tinggalnya. Websitenya sendiri setipe dengan websites macam booking dot com, agoda dll. Bedanya, yang ditawarkan di sini tempat tinggal penduduk, bukan hotel. Interaksi juga terasa lebih personal.

Booking Process
Pada prinsipnya booking process mirip dengan website-website yang saya sebut di atas. Kita tinggal masukkan nama kota yang kita tuju, tanggal yang kita mau, jumlah orang, dsb. Lalu kita bisa memfilter pilihan yang ada dengan jenis tempat tinggal yang kita mau, apakah shared room, shared apartment/house atau the entire apartment/house. Kalau mau lebih spesifik lagi, bisa juga kita memfilter fasilitas yang dimau. Misal, yang ada dapurnya, plus mesin cuci dan pengering, wifi, kolam renang, dsb.
Satu tip dari saya: sama seperti saat pilih hotel, saat pilih akomodasi via airbnb, bacalah review dari penyewa sebelumnya. Saya pribadi gak mau pilih hotel yang reviewnya di bawah 8 bintang (dari maksimal sepuluh), nah kalau airbnb saya lebih selektif lagi dan memilih yang reviewnya 5 bintang (dari maksimum 5). Saya juga gak bakalan memilih host yang belum ada review sama sekali (walaupun biasanya tempat yang belum memiliki review menawarkan harga jauh lebih murah).
Sebelum konfirm membooking tempat gak ada salahnya kontak owner-nya langsung. Dari sini kita juga bisa merasakan apakah si owner friendly dan responsif.
Serunya AirBNB, gak semua host bakal langsung terima request kamu. Beberapa kali saya ditolak menginap di tempat pilihan saya. Terkadang karena si pemilik belum tahu apakah tempatnya available pada tanggal yang saya mau, bisa jadi juga karena saat itu profile saya belum ada review-nya. Wajar kalau beberapa pemilik gak mau membiarkan tempat tinggal mereka di huni orang yang tidak dikenal.
Oya, di airbnb, bukan cuma si pemilik tempat yang di review tapi kita sebagai tamu pun ikut di nilai!

Biaya dan Sistem Pembayaran
Banyak yang menyangka kalau airbnb menawarkan solusi penginapan murah dibanding hotel. Padahal gak selalu juga. Malah sewaktu surfing, saya banyak melihat rumah dan apartemen mewah yang ditawarkan, yang harganya jauh lebih mahal dari hotel.
Kalau mau berhemat, memang bisa memilih shared room atau shared apartment. Kalau saya traveling sendirian sih, mungkin saya akan memilih metoda ini. Karena selain bisa irit, seru juga menginap di tempat penduduk lokal. Kebayang asyiknya ngobrol sama mereka, punya teman baru dari negara yang kita kunjungi.
Tapi karena kami traveling bertiga, saya memilih untuk menyewa seluruh apartemen saat berada di NY dan Washington. Budget-nya kurang lebih sama dengan biaya jika saya menginap di hotel bintang 3 atau 4 di daerah yang sama. Eh, malah apartemen yang di Washington justru lebih mahal dibanding hotel sekitar. Tapi ya enaknya kami dapat apartemen. Lengkap dengan dapur, mesin cuci piring dan baju, peralatan masak, dan tentunya keseluruhan tempat yang lebih lapang.
Saat di Boston, kami memilih untuk menyewa sebuah kamar (en suite alias dengan kamar mandi di dalam) di sebuah rumah penduduk. Alasannya karena kami ingin merasakan tinggal dengan ‘local people’ dan berinteraksi lebih. Ditambah karena cuma 3 malam di Boston, jadi kalau ternyata kami gak suka dengan konsep ini, kami gak perlu kelamaan ‘mangkel’. haha!
Eh tapi ternyata asyik juga loh! Gak nyesel deh!

Sistem pembayarannya sendiri menggunakan kartu kredit melalui airbnb (jadi tidak ada transaksi langsung dengan tuan rumah) . Kita juga harus membayar jasa service airbnb. Terkadang ada juga biaya kebersihan dan security deposit.
Jika host membatalkan reservasi, maka airbnb akan memberikan kesempatan bagi kita untuk membooking tempat lain dan membayarkan kelebihan biaya sampai maksimal sekian persen dari biaya awal atau mengganti biaya yang sudah kita keluarkan 100 persen.

My own experiences
Nah, sekarang cerita lebih detil pengalaman pribadi pake airbnb.
Saat di NYC, saya menyewa apartemen 2 kamar di Brooklyn. Setelah nyampe di apartemen, hostnya menyambut saya dan memberi penjelasan singkat/house tour. Dia juga sudah menyiapkan brosur-brosur untuk turis dan menu take aways, resto2 yang direkomendasi di area sekitar. Enaknya, semua isi dapur dia boleh kita pake/konsumsi. Hahaa, lumayan.
Setelah perkenalan, hostnya pergi nginep di rumah pacarnya selama kami tinggal di apartemen dia.
Enaknya nginep di apartemen penduduk lokal, saya jadi berasa kayak New Yorker abis, saat menyusuri jalan di perumahan brownstones (rumah ala NY dari batu bata coklat) menuju subway station, berpapasan dengan tetangga sekitar yang lagi menuju tempat aktivitas mereka atau pulang ke rumah.

Foto apartemen di NY

20140801-132809-48489723.jpg

 

20140801-122013-44413289.jpg

20140801-122012-44412444.jpg

20140801-122013-44413828.jpg

Seperti di NY, saat di Washington, kami menyewa satu apartemen utuh. Hanya saja kali ini apartemennya terletak di condominium walaupun sama-sama di daerah perumahan juga. Tinggal ngesot dari National Mall (kompleks terkenal di Washington di mana berdiri Washington Monumen, Capitol, Smithsonian Museums, White House, Lincoln memorial, dsb), deket subway, CVS, Starbucks, Safeway (Supermarket) dsb.
Berasa jadi penduduk lokal saat sore pulang jalan-jalan, kami mampir ke supermarket buat beli bahan-bahan makan malam untuk di makan di apartemen. Habis itu, tinggal nyemplung di kolam renang deh buat ngadem.
Host-nya juga baik banget. Saat tahu Alyssa ultah pas kami sampai, dia udah nyiapin balon dan pas buka pintu langsung kasih selamat si neng. Jelaslah itu anak nyengir-nyengir bahagia🙂

Foto Apartemen di DC

Jadi ya intinya, saya seneng banget dengan pengalaman pertama menggunakan jasa airbnb yang sukses ini.

20140801-122440-44680064.jpg

20140801-122440-44680403.jpg

20140801-122439-44679420.jpg

20140801-122438-44678862.jpg

20140801-122439-44679727.jpg

20140801-122440-44680751.jpg

20140801-122441-44681112.jpg

Di Boston eh tepatnya di Cambridge, sedikit berbeda. Kali ini kami menyewa sebuah master bedroom di rumah penduduk. Jadi interaksi dengan pemiliknya lebih berasa karena dia juga tinggal seatap dengan kami. Si tuan rumah adalah seorang single mom dengan putri adopsinya yang berumur hampir 9 tahun plus 2 kucing. Langsung dong Alyssa kesenengan. Baru nyampe dia langsung maen sama si anak bahkan sampe manggang banana bread bareng. Ih ikrib! ahaha.
Si neng juga protes kenapa cuma sebentar di Boston dan kalau lain kali ke sini lagi kami harus tinggal di rumah yang sama minimal seminggu supaya dia bisa maen sama anak
si empunya rumah. Yeee.. macem ke Boston bisa naek angkot aje!

20140801-122551-44751131.jpg

20140801-122550-44750461.jpg

20140801-122550-44750774.jpg

 

Tips

Airbnb mungkin gak buat semua orang. Kalau kamu cenderung control freak mungkin lebih baik pilih tinggal di hotel ajah. Tapi kalau kamu suka liburan yang seru, penuh petualangan, dan kepingin ngerasain sedikit gaya hidup penduduk lokal plus berinteraksi dengan mereka, maka Airbnb bisa jadi alternatif yang ok.

 Kalau saya dan Jo sih seneng banget sama konsep ini

Oya, perlu diingat juga, karena sifatnya ‘nyewa rumah orang’ maka gak ada room service atau acara kamar dibersihin setiap hari macam di hotel. Walaupun kita mesti membayar ‘biaya kebersihan’, tapi sifatnya lebih untuk bebersih SETELAH kita pergi. Walaupun ya tetap saja, saya pribadi tetep meninggalkan apartemen dalam kondisi bersih dan terawat. Bukan cuma supaya saya pribadi dapet review yang bagus di airbnb profile saya tapi ya sekedar common courtesy aja. Kita juga gak mau kan kalau ada tamu yang nyampah atau ngacak-ngacak rumah kita. so, have some considerations and manners!

So what do you think?
Are you an ‘airbnb’ person too?
Either way, happy traveling!

 

 

 

 

 

 

 

16 comments on “Airbnb

  1. Aiko
    August 1, 2014

    Wow aku baru tau deh mbak ada yang semacam itu. Jadi inget student exchange ya hehe. Boleh juga nih di coba. Bisa buat nambah temen dan nyoba untuk jadi one of them😀

    • fanhar
      August 1, 2014

      sebenernya ada lagi sistem couch surfing, kalau ini gratis tapi kayaknya not for me deh. coba di google.. cocok kayaknya buat anak muda.. ceilee hihihi

      • Aiko
        August 10, 2014

        siip langsung di google🙂 makasi mbak info menariknya

  2. thearizkia
    August 2, 2014

    Aww thanks a lot reviewnya. Aku nunggu2 kamu nulis soal air bnb. Who knows nanti liburan pake servisnya air bnb

    • fanhar
      August 2, 2014

      sama sama thea. iya cobain dong. kalau bawa anak seru jg pake airbnb, sewa apartemen yg ada dapurnya jd bisa masak sekalian..

  3. dhira rahman
    August 3, 2014

    So much fun!! Eh di Indo bisa gak sih diterapkan sistem gini??..
    Pengen jg jd host air bnb!
    Aku seneng deh fani baca cerita ini, kayanya world is a better place (daripada baca koran atau fesbuk)

    • fanhar
      August 3, 2014

      Bisa Dhir, banyak juga kok host di Indo. temen gue jg nyewain apartemen di bandung lewat airbnb katanya. malah ada twitter airbnb_id juga (baru tau juga gue hehe)

  4. Hanna Allan
    August 3, 2014

    Good review! thanks. Aku bakal coba airbnb kalo my son udh gedean kayak Alyssa.

    • fanhar
      August 4, 2014

      thanks han!
      knp gak coba skrg? kan malah bisa masak buat anak lo hihi. atau serviced apartemen jg bisa jadi alternatif sih hehe

  5. mamagaya
    August 6, 2014

    Dari kmrn penasaran sama arikel ini, tp baru sempat baca. Seruuu ya Faann. Cuma kmrn salah satu pertimbangan gak jadi pakai airbnb krn anak2 masih kecil2. Biarpun ada yg kasih keterangan bisa buat anak2 tp kl lihat foto2nya ada barang2 pribadi pemiliknya gt ngeri aja tar kenapa2 ketemu 3 bocah yg ga bisa diem ini hahahha. Akhirnya coba serviced apartment aja. Moga2 kl mereka udah gedean bisa dicoba + liburan kesitu jugaa. Aamiiinnn *ngarep*😀

    • fanhar
      August 10, 2014

      ah iya bener juga ya ca.. kalau anak masih kecil2 takut pecicilan. hihi… iya tunggu gede aja!

  6. Nina
    August 10, 2014

    Yes, it’s worth to try….

  7. astrid.lim
    August 20, 2014

    interesting banget fan! kepingin nyobain tapi emang agak untung2an ya hihihi… yang di brooklyn kereeen, udah kayak new yorker aja ya😀

    • fanhar
      August 20, 2014

      Astrid, asal rajin baca review-nya harusnya gpp sih hehe. tapi emang enakan airbnb kalau nginepnya lumayan lama, imho

  8. rizka
    August 29, 2014

    Hai mbak,
    Akhirnya nemu juga yg ngeshare pengalaman ama airbnb. Aku baru mau nyoba nih nyewa apartemen orang di korea.. kalo soal harga kan udah ada totalnya ya, apa yg tercantum itu udah harga keseluruhan yg harus kita bayar nanti per apartemen atau per orang?
    Thank you in advance🙂

    • fanhar
      August 30, 2014

      iya kamu cuma harus bayar harga total yang harus dibayarkan ke airbnb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 1, 2014 by in bla bla bla.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: