Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Tentang Dapur dan Belgia

Ide tulisan ini di kasih oleh @bunavita yang meminta saya untuk menulis ‘apa saja tapi analognya dibikin tentang dapur’.
Errr.. pusing kan lo? Saya juga pusing.
Makasih looo, Bunga.. udah bikin puyeng 7 keliling ahaha.

Kepinginnya sih nulis sesuatu tentang dapur yang ‘nyastra’, yang indah mendayu-dayu. But I’m not good in that kind of writings.
So I stick with what I know best : tulis aja apa yang ada dipikiran saya. Without thinking too much.
I hope you all like it ya🙂

Ok, let’s begin ..

Kalau dianalogikan dengan dapur, maka Belgia itu bisa dikategorikan menjadi berbagai macam dapur.
Yang pertama, sebagai dapur yang fungsional, bersih, dengan fasilitas lengkap dan desain tradisional.
image is taken from home design information dot com

Belgium is not shinny and super modern like.. say Japan or Singapore.
Di sini masih banyak bangunan tua, jarang gedung pencakar langit dan jarang mall besar.
Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, tapi juga tidak berlebihan atau terasa extra mewah seperti yang biasa kita jumpai di kota-kota metropolitan lain, terutama di Asia.
Di dapur ini tersedia oven, dishwasher, microwave, kitchen robot, mixer, panic-panci.. you name it.. meski mungkin tidak semuanya dari merek terbaik dan masih baru kinclong.
Seperti yang saya bilang di atas: komplit dan fungsional tapi jauh dari bling bling dan tidak berlebihan.

Yang kedua, dapur ini juga tidak terlalu kreatif. Makanan yang disediakan tidak sevariatif makanan yang disediakan dapur-dapur lain. Mungkin karena penghuni dapur ini, sebagian besar skeptis terhadap sesuatu yang baru. Berbeda dengan kebanyakan dapur Asia dimana semua orang sepertinya selalu berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama dalam mencoba (dan menyukai) trend yang lagi hits (kiasu much? :p), dapur Belgia justru terasa lebih berhati-hati dan curiga pada sesuatu yang baru. Selalu butuh waktu yang lama kayaknya buat penghuni dapur ini untuk bisa memproses dan menerima trend🙂

Yang ketiga, dapur ini cukup sering berfungsi sebagai dapur umum sosial yang menyediakan makanan/minuman atau malah sekalian tempat tinggal gratis bagi yang membutuhkan. Hal ini suka membuat para juru masak ‘asli’ di dapur ini protes. Lebih banyak orang yang harus diberi makan, artinya lebih banyak uang yang harus dibelanjakan untuk membeli bahan makanan, lebih banyak pula tenaga yang harus dikeluarkan untuk mengolah masakan, dan ujung-ujungnya porsi setiap orang terancam jadi lebih sedikit dari sebelumnya. Kebanyakan pendatang yang datang dari dapur ini kebanyakan berasal dari Morokko dan Turki, sisanya dari negara-negara berkonflik/perang. Di satu sisi, saya bisa memahami kenapa banyak penduduk ‘asli’ Belgia tidak mau atau ingin mengurangi jumlah imigran yang masuk ke negaranya. Sekarang gini deh.. apakah kamu mau membuka pintu rumahmu untuk membantu orang yang gak mampu ? untuk tinggal dan berbagi makanan dengan mu ? apalagi kalau si orang yang diundang gak mau ikut bantuin masak dan cuci piring. Nyebelin kan ?

Oke deh, saya sudah mulai membuat analogi di dalam analogi.
i guess it’s a sign to stop!
Udah kram otak ini ngomongin tradisi, politik, dan sebagainy mana pake analogi dapur segala.
Ahahahah..
Sekian dan terima kiriman rendang !

4 comments on “Tentang Dapur dan Belgia

  1. Dwi
    December 5, 2013

    Seru niiiihhh, banyak tulisan baru seneng bacanya…masih boleh usul topik nggak Fan?

    • fanhar
      December 5, 2013

      bolehhh dong!!!
      gak ada batas waktu kok. cuma kalau udah 10 yg kepilih ya lo gak dpt kartu pos. tapi mo kasih usul mah bebassss🙂
      yg unik ya tapi jangan susah2 (kebanyakan mau) ahahhaa

      TIA!!!

      • Dwi
        December 8, 2013

        gapapaaaa, nggak dapet postcard…tengok2 aja ke Aachen, hahaha…

        gue pengen request post ini nih…
        1. Tentang nulis (antara nulis blog & nulis buku), cari idenya, nulisnya, tantangannya, yang bikin bete, dll deh…
        2. Posting pake asahab kilab, haahaha…pusing kali bacanya…sekalian cerita tentang high school gitu kali ya…ini sih sekalian penasaran, apakah lo platoon? –> sebelom dituduh, nggaaaakkk….gue nggak sekolah di situ🙂

        Tengkyu juga…

        • fanhar
          December 10, 2013

          ihhhh gue jadi tergoda nulis ttg nulis ahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 5, 2013 by in In Belgium.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: