Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Antwerp10miles : Before- lack of training and fighting the flu

This will be my ‘real’ first running race.
Saya daftar dari bulan Desember kemarin, berbarengan dengan pendaftaran race tahun baru di leuven. Niatnya memang
race di leuven
itu adalah untuk ‘latihan’, semacam gladi resik dari race beneran ini.

I got all excited!
Langsung training bulan Desember dan January.
Tapiiiii… Bulan Februari sampai awal Maret, saya ketimpa runner’s block (if there is such thing). Pokoknya malessssss bener mo ikutan lari.
Mulai akhir maret saya baru ‘kebangun’ lagi dan mulai memaksa diri untuk latihan. I didnt have much time though to get a proper training!

Jujur aja, saya sempet jiper.
10 miles atau 16 kilo itu bukan jarak yang pendek buat saya. It’s a big challenge!
Lari loh ini, bukan naik sepedah!
Tadinya saya pengen diem-diem aja, jadi kalau saya batal atau gagal ya gak ada yang tau juga hahaha..
But you see, i have such a big mouth… Dalam waktu sesingkat-singkatnya… Banyak orang di kantor jadi tau, temen-temen saya tau, keluarga dan khalayak dunia socmed tau semua (iyalah orang saya koar-koar terus di fb dan twitter, hihihi)

Ternyata, talking helps a lot!!!
Kolega saya ada yang udah khatam ikut race ini dan kasih saya banyak tips.
Saya juga berhasil ‘nyetanin’ seorang kolega lagi untuk ikutan.
Jadi dari kantor ada 3 (perempuan semua) yg bakal ikut race ini.
Temen-temen dan keluarga semua mendukung…
Ih semangat saya langsung melesakkkkk ke bulan!

Then, came the bad news of Boston Marathon.
Tentu ada kengerian, ada was-was, ada juga suara-suara negatif yang bilang ke saya ‘ih, fanny awas loh ntar ada bom juga’😦
Tapi untung suami, ibu mertua dan sahabat-sahabat saya menenangkan. Jadi ya, saya tetep maju terus pantang mundur.

Sampaiiiiiii….
Hari kamis malam, saya merasa badan gak enak.
Seperti yang udah saya takutin sebelumnya, saya bakal sakit pas (menjelang) hari H.
Udah feeling sih, dari beberapa bulan sebelumnya. Winter ini, di mana banyak orang terkena flu epidemi (ganas sekali virusnya tahun ini), sampai kantor saya sempet sepi gara-gara banyaaaak banget yang sakit), saya malah sehat wal’afiat. Jo dan Al beberapakali terkena flu, dan saya gak ketularan.
Dan bener kan….. It hit me at the worst possible time!

Aaarrrrggggghhh!!

Kamis malem itu, saya langsung minta dikerokin Kang Mas Bul (yg udah terlatih sepanjang usia pernikahan kami, haha) dan minum tolak angin.
hari Jum’at, saya masih masuk kantor… Terbatuk-batuk dengan keras.
Sempet denger kolega yang duduk gak jauh dari saya komentar ‘ busyet, itu si fanny batuknya…’ Trus disautin sama kolega yang lain ‘ iya, dan tau gak? Minggu dia bakal lari. Sinting!”

Jum’at malam saya ke dokter, minta doping! Hihihi..
Tentunya gak dikasih dong… Cuma dikasih obat doang buat batpilnya sama ‘good luck!’
Pak dokter bilang, selama gak demam, saya masih boleh lari. Ihiyyyy.
Langsung deh, perjuangan menuju sehat dan membasmi flu dalam tempo yang sesingkat-singkatnya di lakukan.
Semua nasehat saya telen: konsumsi madu, goji berry, teh panas dengan limun dan madu, sup jahe. Glek glek glek!!!!

Sabtu pagi, i felt worse.
Udah contemplating, jangan-jangan ini saya emang gak boleh lari.
Is this how the universe trying to tell me that i should cancel?
Saya pasrah.
Common sense bilang, i should listen to my body. It needs rest.
Memutuskan untuk lari saat sakit adalah bodoh, dan mungkin justru membahayakan tubuh.
Baca di internet, rule of thumb-nya: if it’s above the neck (misal hidung mampet), masih boleh lari. Tapi di bawah leher, jangan!
Nah, saya batuk dan sakit kerongkongannya! Tau sendiri kan kalau batuk, pernapasan kita terganggu,dada terasa berat… Padahal lari kan butuh nafas yang kuat.
So i know, i shouldnt run!
But of course, my ego is telling me different thing.

When in doubt, ask THE HUSBAND!
Dan suamiku tersayang… Tetep kasih ijin buat lari.
Mantep lagi jawabnya, gak pake mikir!
Later on that day, saya tanya… Apa yang mutusin dia bilang ‘iya’?
Dan jawabnya: you’ve been wanting to join this race for so long.
Trus saya tanya lagi, you think i will be able to finish the race?
Yes. Manteb lagi jawabanyya.
Kok yakin banget? Aku aja gak yakin?
You’re to stubborn,not to (finish it)
Hihihihi
Yunowmesowellllllllll kang mas bul.

Well, finish or not, i dont really care any more.
Sekarang saya fokus untuk ikut race and have fun aja.
Saya juga janji gak mo terlalu maksain.
I’ve followed my ego to still join the race.
During the race, it’s my turn to listen to my body!

Yang penting ikutan dan banyak-banyak bikin foto yang heitsssss kakakkkkkk!!!!
horeeeeee!!!

3 comments on “Antwerp10miles : Before- lack of training and fighting the flu

  1. Pingback: antwerp10miles: The Race | Four Seasons In Belgium

  2. c
    April 24, 2013

    Ihiyy akhirnya pinis jg ya❤ gokil gue pengen belajar lari juga deh biar langsing dan syehattt kaya looo😀😀

    • fanhar
      April 24, 2013

      ayo dong lari.. combine sama stength training dengan alat2 canggih di gym-lo pasti langsung makin sehat dan makin seksehhhh met!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 21, 2013 by in In Belgium, sosporty.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: