Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Ini pepatah lama. Mungkin terdengar klise atau malah basi, tapi bener banget.
in a way, mungkin saya sendiri udah nyadar sejak lama, tapi yah kadang-kadang suka lupa atau dilupa-lupain.
Hence, this post. A reminder to my self.

Sering gak sih mikir, what’s is the point of…. (isi titik-titik)
Saya mah sering banget. Kadang belon mulai udah berhenti duluan.
Kalah sebelum perang.
Oh yes, I’m a fighter…. But I only fight battles I think I can win. Hihihi
Soalnya seperti yang udah saya bilang di atas, kadang-kadang udah ciut duluan. Yang males lah, yang ngerasa gak bisa lah, yang ngerasa percuma lah. Why bother trying.

Padahal, kata orang bijak, one journey begins with one step.
Step by step, oh baby *loh kok malah joget*
Pelan-pelan, kalau ditekuni, lama-lama… insya allah akan ada hasilnya.

Contoh yang paling gress adalah postingan saya sebelumnya.
Who would have tought saya bisa lari 100K dalam sebulan. Lebih malah!!!
Tapi yah gitu… sedikit demi sedikit, akhirnya kekumpul juga tiap-tiap langkah, meter, kilo dari setiap keringat dan hembusan napas yang terengah (sok puitis).
Ternyata, apa yang saya piker gak mungkin… jadi ‘mungkin’ !

Contoh lain tapi kali ini rada kurang positif adalah soal… belanja.
Hihihihi
Jujur, the last few months, saya rada-rada out of control deh.
Jarang beli barang mahal, karena saya berpendapat kalau bisa beli yang murah kenapa harus yang mahal, barang murah banyak kok yang bagus kualitasnya (BUKAN KARENA GAK MAMPU YA, CATET!!! Inget tips biar miskin yang penting sombong)

Eh, ini kok gak focus.. sampai mana tadi?
Ah ya, bulan januari ini saya banyak banget beli printilan gak penting berharga murah meriah. Tapiiiiiii… setelah diitung-itung, mamakkkkk kok jadi banyak yah? Dan pas di liat-liat lagi, sebenernya segala printilan itu GAK PERLU juga dimiliki. Cuma yah karena murah, pas beli gak pake mikir. Baru deh pas liat total expenses akhir bulan… langsung MIKIR. Ahahahaha

So it goes both ways.
Sedikit sedikit yang bagus lama-lama jadi bukit indah berbunga.
Sedikit sedikit yang jelek lama-lama jadi banjir yang bikin sengsara.

Lame?
Maybe, but you gotta admit there’s some truth in it.

2 comments on “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

  1. misskepik
    February 1, 2013

    hih! gue malah nyasar ke postingan taun 2012 itu. zuper zekali tips nya *angkat rok*

    • fanhar
      February 1, 2013

      pengalaman adalah guru yg terbaik #kalem #sambilmanggutmanggut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 1, 2013 by in thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: