Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Yours, Mine, Ours

Beberapa waktu lalu saya sempet iseng bikin survey kecil-kecilan.
Gimana sih cara pasangan mengatur keuangan mereka sebagai suami istri.
Apakah mereka mempunyai rekening terpisah, gabungan atau campuran?
Ternyata gak ada jawaban mayoritas dari 3 pilihan tersebut.
Gak ada jawaban benar salah juga karena masing-masing pasangan kan punya kondisi dan prioritas yang beda dari pasangan lainnya.
Setiap pilihan pun pasti ada plus dan minusnya.

1. Rekening Terpisah
Masing-masing suami/istri punya rekening pribadi.
Plusnya, pasangan punya kemandirian mutlak untuk nentuin finansialnya.
Gak enaknya, salah satu bisa ngerasa kalau dia lebih banyak support untuk keluarga. Jadinya, ada kesenjangan dan resiko komunikasi yang kurang terbuka.
Bisa-bisa mereka berantem:

A. Beli aqua gih!
B. Loh kok aku yang beli?
A. Iya, kemaren kan aku udah bayarin indomie.
B. ih, baru indomie doang… Aku kemaren juga udah bayarin teh botol!
A. Ya udah kalau gak mau beli aqua. GAK USAH MINUM!!!


Mhuahahaua… *skenariododol*

2. Rekening Gabungan
Banyak yang menganggap, namanya suami istri, ya harus jadi satu dong.
Sehidup semati; satu hati, satu rekening.
Sungguh romantis.
Keuangan keluarga pun jadi lebih transparan dan gampang diatur, pasangan pun ‘dipaksa’ untuk bekerja sama dalam perencanaan finansial mereka.
What yours is mine, what mine is yours.
Tapi sisi negatifnya, mungkin masing masing pasangan akan merasa kurang ‘mandiri’, karena gak punya ‘autoritas’ dalam membelanjakan uang miliknya.
Belum lagi kalau suami dan istri punya pemasukan dan atau cara pengeluaran yang berbeda jauh.
Bisa berantem terus.
Kebayang kan punya istri yang shopaholic, terus ketauan suami kalau duit belanja malah dipake buat beli sigma brush di OLS? Ups, banget!
Mungkin, skenario rekening jenis tabungan ini jugalah yang bikin istri suka ngumpetin barang belanjaan dari suami hahaha… Ayo ngakuuuu!!!
Seorang temen saya pernah cerita, kalau dia suka ngerasa bersalah kalau belanja baju buat diri sendiri karena dia mikirnya, itu kan duit belanja keluarga, kok dipake buat dia sendiri?
Padahal temen saya juga kerja lo, dan mentransfer seluruh gajinya ke rekening bersama milik mereka. Tapi tetep dia ngerasa nggak ‘berhak’ buat belanja untuk diri sendiri.

3. Rekening Kombinasi
Ini campuran antara 2 rekening di atas.
Jadi pasangan punya rekening gabungan untuk pengeluaran atau tabungan bersama.
Dengan begini, skenario dodol di poin pertama bisa dihindari karena segala belanja sehari-hari tinggal diambil dari sini, termasuk untuk anak, liburan, beli furniture, transportasi, dsb.
Tapi, masing-masing suami istri tetap punya rekening pribadinya dari jatah bulanan yang bisa digunakan untuk memuaskan hasrat pribadi… (Halahhh).
Dengan begini, pasangan juga masih bisa ngerasa punya sedikit kemandirian finansial, bisa ngatur sesuka hati apakah uang di rekening pribadinya mau dibeliin sepatu atau mau di beliin reksa dana?
Tapi pilihan ini bukannya bebas dari sisi negatif juga sih..
Berikut satu percakapan suami istri yang namanya saya samarkan, sebagai contoh kejelekan teori ini๐Ÿ™‚

Ica(Istri CAntik): “kamu kok tabungannya lebih banyak dari aku sih? Padahal kan jatah bulanan kita tiap bulan sama”

Suren (SUami keREN): (kalem) ” tapi kamu punya lebih banyak sepatu dari aku, dear.
Jauh… Lebih… Banyak…”

Ica: *mingkem*


Mhuahahahahaha!!!!

Anywayyyyy…
Seperti udah saya bilang di atas, gak ada pilihan benar salah, karena semua tergantung kondisi masing-masing pasangan dan pribadi mereka.
Tapi sebelum memutuskan mana yang paling baik buat kamu, mungkin ada baiknya juga kalau banyak-banyak cari info tentang peraturan finansial, hukum dan kondisi negara tempat tinggal kalian.

Contohnya di Belgia, ada peraturan kalau salah satu pasangan meninggal dunia, maka semua rekening dan bentuk aset milik bersama akan dibekukan sampai semua hutang, pajak, warisan, dll terbayar. Pembekuan ini bisa berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan loh! Kebayang gak sih, kalau pasangan meninggal, tapi gak bisa ambil duit dari tabungan (bersama). Well, bisa sih, tapi ribetttt dan harus ijin sana sini. Nah terus lo (dan anaklo) MO MAKAN APA selama itu???
Masak mo ngutang? Mendingan punya tabungan pribadi buat Dana Darurat kan???

Well, ini salah satu contoh aja yang saya tahu.
Selain itu, saya pribadi is a firm believer that women (even wives) should still be financially independent, to some extent.
Bukan berarti harus punya penghasilan pribadi ya, tapi paling gak ada sedikit (banyak juga gak papa sih) tabungan pribadi.
Sayangnya, susahhh banget nemuin artikel-artikel tentang ini?
Entah kenapa, mungkin karena dianggap tabu?
kalau ada yang punya, let me know ya๐Ÿ™‚
And, pls do share your thoughts about this!!!

๐Ÿ™‚

6 comments on “Yours, Mine, Ours

  1. crey
    November 13, 2012

    Skenario dodolnya sukses bikin gw ngakaks apalagi yang pertama bwahahahah, itu gw ama tofan banget kikikikikkkkk… Ngaku fanih kamu pernah ngupingin kita brantem yaaaakks? hahahahaha

    • fanhar
      November 13, 2012

      Mhuahahaha… Iya, kan you and tofan are my inspirations. :))

  2. Flowing Northward
    September 16, 2013

    Fan, beneran susah ya, cari artikel tentang ini, secara lagi pengen jelasin ke temen (atau bela diri, haha) kenapa gue merasa perlu punya rekening/tabungan pribadi di luar join account buat pengeluaran sehari2 kayak groceries, asuransi, listrik, dll. Maksud gue, kayak skenario nomer tiga itu, kan lebih adil juga ada bagian dari gaji masing2 yang dipake buat pengeluaran pribadi, kesian juga suami gue secara dia beli sepatu paling setaun sekali, lah gue? hahahah……
    Gue pengikut nomer tiga, dan menurut gue, yang penting ada flexibility juga, nggak saklek banget. Ada pos2 tertentu yang memang saklek, kayak listrik, groceries, dll, ada juga yang flexible, misalnya makan di luar, seringnya memang kalo lagi males masak, beli take out atau makan diluar yang dibayar dari join account, tapi kadang2 gue minta traktir suami, kalau anggaran join account lagi di posisi akhir bulan, tapi pengen makan enak, jadi bujuk suami biar bayar pake CC pribadi dia deh, haha, itu mah gue, pelit….๐Ÿ˜€

    • fanhar
      September 16, 2013

      ehhh ivo apa kabarrr? lama gak bersuo.. bloglo jg gak diupdate2.

      nah iya, susah cari artikel ttg ini. bahkan di yurep pun yg katanya lebih modern begini, jarang. dan banyak masih orang sini yang juga nganggep rekening harus gabung. tapi gue berhasil nyetanin temen gua buat bikin account terpisah hihi.

      iya mesti flexible juga. gue juga makan minum, entertainment, liburan, pake joint account. paling kalau ada yg ultah baru traktir pake duit pribadi. yg paling gue seneng dr sistem ini, gue gak perlu minta ijin kalau mo shopping. bisa2 berantem mulu ntar kalau gak dikasih ijin ahahha

      eh kok lo pake harus bela diri segala, emang knp? *kepo*

      • Flowing Northward
        October 10, 2013

        Kabar baiiikkk, iya nih, hehe. Bolg nggak diupdate gara2 lagi sibuk, sibuk nggak jelas maksudnya haha…bilang aja males…

        Ceritanya, gue waktu itu debat kusir sama temen yang ‘bilang’ kalo cara gue nggak sesuai kaidah pernikahan, dimana semua harusnya jadi satu. Termasuk kalo beli2 pribadi kayak sepatu dll, mesti ijin juga sama suami meskipun belinya pake uang dari gaji pribadi, karena toh gue bisa kerja juga karena suami ‘ngijinin’ gue kerja (yang mana, gue sejujurnya ga pernah ‘minta ijin’ sama suami boleh kerja apa enggak, dan suami nggak pernah ngerasa dia punya hak buat ngelarang gue kerja, haha), dan karena sistem terpisah bisa memicu keretakan rumah tangga karena ya itu tadi, masing2 seolah2 egois dan nggak mau ‘nyatu’. Karena gue kan bukan ahlinya kalo masalah kebiasaan kultural/agama dll, jadinya gue pengen jawab dari sisi statistik, haha, kalo banyak juga kok, pasangan yang punya kebijakan finansial semi terpisah/terpisah dan langgeng2 aja ga bikin masalah. Begitulah, hehe…

        • fanhar
          October 13, 2013

          Ohh.. Ahahah.
          Ya emang beda2 yahh.. Yang penting sih antara suami istri satu pandangan, kalau beda baru gawat. Hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 5, 2012 by in In Belgium, thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: