Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

be sensible

akhir akhir ini, gerakan untuk bersyukur dan motivasi semakin gencar dikumandangkan. semua orang bisa ngomong ‘semangat kakak. anything is possibe!!! yes we cannn!!!!’

of course there’s nothing wrong with it.
justru bagus banget, sebagai pengingat, karena kadang kita lupa. untuk bersyukur. untuk berpikir positif. (contohnya saya sendiri yang sering harus diingetin, bahkan dipaksa)

tapi….
saya sering mendapati kalau ada beberapa oknum yang melakukannya dengan cara yang -menurut saya loh yaaa – sedikit berlebihan.
contoh, saat si a sedih dan marah, si b justru memarahi a, bilang kalau a nggak bersyukur atau justru menyalahkan a yg ‘cuma bisa ngeluh doang dan gak ada usahanya’

haduuhh.
jadi orang gak boleh ya ngerasa sedih?
nggak boleh ngerasa kecewa?
nggak boleh curhat sama temennya?
kok tega sih, orang lagi bete malah di omelin?🙂

padahal bete itu belum tentu gak bersyukur atau putus asa loh.
justru menurut saya, sebagai manusia, kita memang perlu waktu untuk merasa. to feel the feeling. to accept it. menganalisa. menggali. merenung.
to be human.

dan kadang, dalam proses itu, we need a shoulder to cry on.
dan, kalau kita jadi teman yang terpilih untuk dicurhatin, harusnya sih justru seneng karena artinya kita dipercaya. bukannya malah jadi judgmental dan menuduh ‘si korban’ macem macem..

moral of the story:
kalau lagi curhat dan diomelin serta dituduh ‘nggak bersyukur’ bilang sama si penuduh:
“lohhh? yang gak bersyukur tuh elooooo. udah bagus gue percaya sama lo untuk berbagi. kenapa lo malah ngomel? gak bersyukur banget deh ih!

:p

6 comments on “be sensible

  1. eryka
    March 11, 2012

    Komen ga nih komen ga nih… :)))))

    • fanhar
      March 11, 2012

      kenapa gue udah nebak kl komen pertama dr lo? hihi
      lo mah komennya di whatsapp aja timbang memancing huru hara!!! haha

  2. peachmargarita
    March 12, 2012

    Welllll iya sihhhhhhhhhhhhhhhhh😀
    Gue barusadar suka ngegituin temen “Heh lo ga boleh gitu harus bersukur” “Heh masih banyak yg lebih menderita lg” de el el…hihi…biasanya temen gue ga nyolot sih paling cuman “iyayaaaaaa huhuhu” *terus lanjut lg whining si temannya itu*

    Thanks for reminding tanPannnnnnn…kau memang panutan nan bijaksana. Kissssssssssssiiiizzz :*

    • fanhar
      March 14, 2012

      nah kan, biar lo udah kasih advise dia tetep whining kan?
      mendingan besok dia ngeluh, lo ajak belanja ajah.. hihi

  3. peachmargarita
    March 12, 2012

    Tapi kalo temennya itu kerjanya whining whining sembriwing terus, gimana ya? Hahahaha. Ada tuh temen gue yg hobinya NGELUH NGELUH NGELUUUUUUUUUUUUUUUUUUUH aja. Gue sampe bosen diBBMin dimalam buta. Akhirnya gue bilang terus terang eh dia marahhh…piye iki?

    • fanhar
      March 14, 2012

      yahhhh.. tampar aja tampar.. wakakakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 11, 2012 by in thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: