Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

When In Rome – Day 1

Rome adalahsalah satu kota impian saya dan Jo. Saking jadi impiannya, entah kenapa kitaselalu menunda pergi ke sini dan dulu-dulu malah selalu menggantinya dengankota tujuan lain. Sampai pertengahan tahun ini, saya keukeuh untukberkunjung ke Roma. Pokoknya gak bisa diganti-ganti lagi!
Setelah bolak balik cek penerbangan, hotel, budget, ijincuti, liburan sekolah, akhirnya kita jadi juga deh ke Roma, tgl 2-6 nov. Yay!

Pagi itu saya bangun jam 02.30 pagi, beberes, terus berangkat jam 03.30 keBrussel Int’l Airport. Ehnggak ding, kita gak langsung ke airport, tapi kita ke area Quick Parking buat parkir mobil di sana. Buatyg tinggal di Belgia, saya rekomen Quick Parking ini. Jauh lebih murah daripada parkiranairport biasa atau malah kalau naek taksi/kereta.  Dengan itungan cuma beberapa hari libur yah,gak berbulan-bulan.. Kalau itu mah usahain cari yg mo nganter ajah.. hihi pastijauh lebih terjangkau (Iyalah).

Dari QuickParking kita naik shuttle ke airport (udah termasuk biaya parkir). Terus kitanaik Alitalia ke Roma, sekitar 1jam 45 menit.  Saat mendarat, harusnya ada supir taksi yang jemput kita (pake papannama gitu, emang udah impian saya dijemput di airport pake papan nama.. hihi*maap udik*) eh tapi entah kenapa gak ada yg nungguin kita. Ih syebel. Padahalkita bela-belaiin booking taksi biar gak repot gitu dan berasa kayak orang kaya(limo taksi di roma mercy semua gitu) eh tapi yg jemput manahhh?  Tau gitu kita naik bus atau metro aja yangmurmer! Huh!!!

Saya masihngotot mondar mandir cari si supir taksi pengusung nama saya sekalian caritelpon umum (buat nelp perusahaan taksi – gak rela bo pake hp sendiri, roaminggila!) tapi setelah setengah jam-an gak ketemu akhirnya saya nyerah dan telppake hp sendiri. Roaming roaming deh! Mereka langsung nanya dimana lokasi saya,trus gak lama seorang cowok itali macho bermuka kotak dengan dagu biru kayakabis di cukur dan berambut klimis berjaket kulit bercelana hitam-hitam memegangpapan nama saya datang, langsung ngajakin salaman sangar-sangar manteb trusngajak kami ke parkiran. Aje gila, ini supir taksi apa mafia?? Hihiihi
Tapi  ya sutlah, saya maapin keterlambatannya(timbang ditembak atau dikasih makan ke buaya?) Err…

Tapi lucudeh, ternyata si sangar berwajah mafia ini baek juga, di jalan dia merangkapjadi tourguide nunjukin beberapa lokasi yang bagus, walaupun rada dodol danbahasa inggrisnya susah dimengerti. Lagian  kan saya nyindir, “mas koktadi telat emang nunggunya di mana?” Eh dia malah jawab.. “oh no problem..”
Laaahh.. kok kesannya jd saya yang minta map yah?
Ini dia yang bego, apa diplomatis yak? Saya ama Jo cuma liat-liatan..malesdehhhh


Gak lama,kita sampai hotel  tempat kita nginap.Karena kita datengnya kepagian, kita belum bisa check in karena kamarnya belumsiap. Tapi orang hotelnya ramah banget.. kita boleh tinggalin koper danmereka janji akan bersihin kamar dalam waktu maks. 1 jam. Jadi kita cabut dulu dengan niat mo cari brunch terus balik lagi ke hotel untuk istirahat (bangundari jam 2.30 bo..)

Setelahmakan, ternyata kita gak capek-capek banget seperti perkiraan semula. Bahkan Alyssa pun seger buger gitu, padahal saya expect dia bakal cranky sehariangara-gara bangun kepagian. Biasanya neng kalau ‘salah bangun’ suka kebawa beteseharian gitu.. hihi
Eh, nggaktaunya si neng super excited dan berenergy banget. Saya ama Jo ampe heran, makan apa yah ni anak kemaren? Asli gak ada capeknya..

Ya sutakhirnya kita jalan-jalan aja muter-muter . Oya sebelumnya kami udah beli tiketmetro terusan untuk 3 hari (@11 eur – anak2 gratis!). Jadi kita mondar-mandir naik metro ke Barberini,Republicca, Spagna, nongkrong-nongkrong di the famous Spannish Steps, menyusurivia Condotti dan via del Corso sampai Piazza del Popolo (kalau suka novelnya Dan Brown Angels and Demons, di Piazza del Popolo inilah terletak gereja Santa Maria del Popolo dimana pembunuhan cardinal pertama dilakukan (unsur: earth).
Habis itu kita kita naik ke Piazza Napoleon dan liat Roma dari atas. Terus kitamakan malam, ngupi-ngupi di kafe mpok nori,pulang and call it a day.



Piazza del Popolo

foto labil, antara mo foto dua jantung hati dan dua cowok ganteng
berkacamata hitam.. hihihi

Semedi di The Spanish Steps

The Spanish Steps

Air Mancur di Piazza di Spagna


Verdict day 1:  Jujur aja, we were a bit disappointed at first. Rome is such adirty, gloomy city at a first glance. Asli kotor and unorganized, jauh dari kesan glamour dan modern. BUT, it does have some areas where the architectures aresoooo beautiful and make you think:  WOW!

One comment on “When In Rome – Day 1

  1. Pingback: negeri pisang | Four Seasons in Belgium

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 6, 2011 by in jalan-jalan.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: