Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Shopping in Belgium

Sebentar,
Sebelum kamu ngiri dengan toko-toko yang bakal saya sebutin di bawah, saya akan kasih tahu dulu satu detail kecil tentang belanja-belenji di Belgia.

(Rata-rata) toko-toko cuma buka sampai jam 6 sore, dan hari Minggu tutup.

Perlu diulang?

Yak,
Toko-toko cuma buka sampai jam 6 sore, dan hari Minggu TUTUB.

Udah jelas? Udah saya tambahin huruf kapital semua pake B pula biar mantep.
Nggak ada cerita shopping ampe jam 10 malem kayak di Jakarta. Apalagi Midnight Sale..
Huuu.. lupakanlah…

Malessss banget kan?
Iya, emang malesin. Secara ini salah satu yang paling bikin saya syok berat waktu baru tinggal di sini.
Gimana enggak, dulu waktu masih di Jakarta, saya kan anak mal banget.
Waktu kuliah aja bisa sehari 3 kali ke PIM. Beneran, gak boong. Kayak minum obat kan? hihi
Trus waktu kerja, seringnya juga pulang ngantor mampir mal dulu buat dinner atau ngupi cantik.
Eh.. begitu pindah ke Belgia – yang katanya negara modern dan gak kayak indonesia yang disebut-sebut sebagai negara dunia ketiga – fasilitas perbelanjaannya malah menyedihkan sekali. Huhuhu..

Bukan cuma soal terbatasnya jam buka, bahkan yang namanya mal jarang ada pulak!
Kebanyakan  yg bisa dijumpai di sini paling pertokoan atau shopping street.
Serunya shopping street, apalagi kalau hari cerah, suka ada atraksi2 gitu di jalanannya. Arsitekturnya juga lumayan cantik-cantik. Trus, ya enak aja kali jjs di udara terbuka. Seger.

Gak enaknya, kalau ujan; keujanan. Kalau salju; kesaljuan. Kalau panas; kepanasan. Kalau berangin; keanginan. Trus suka pegel jalan kaki…

Shopping street ini bisa ditemuin di hampir di setiap kota. Yah, paling bedanya cuma pada skalanya. Kota-kota besar, shopping streetnya yah lebih gede. Kota-kota kecil, yah kecil.

Kalau pengen designer brands, (maksudnya yang top labels yang harganya suka gak sopan dan bikin panas dingin), butik resminya cuma di kota-kota besar macem Brussel dan Antwerp. Kalau toko-toko standar yang biasa dijumpai di mana aja palingan H&M, Zara, Celio, Street One, M&S, Esprit,  Mexx, WE dan beberapa merek lokal.
Merek-merek yang saya sebutin itu juga bukan merek mahal kalau di sini. Apalagi H&M, itu mah udah kayak Matahari aja deh.

Makanya saya suka bingung kalau banyak yang pengen shopping kalau ke sini. Kalau saya boleh nyaranin, jika kamu dateng berkunjung ke Europe, mending waktu dan uangnya buat jalan-jalan aja deh. Puas-puasin mumpung di yurep, kunjungi sebanyak mungkin tempat wisata trus foto-foto biar bisa dipamerin di facebook (eh?). Kalau mau belanja mah, di Thamcit ajaaaahh !!!
Di Indonesia itu, lebih banyak pilihan, dari  yang branded sampe yang murmer adaaa.. pajaknya juga gak gede-gede banget kayak di sini.

Ekecuali kalau kamu mo beli produk ‘bermerek’ yah..
Emang harganya lebih miring di sini sih..Kayak tas sebangsa Longchamp atau Burberry gitu
Etapi sayang ah beli tas mahal-mahal, mendingan ditabung aja buat beli reksa dana *cuiiiihhh*
hihihi

Oya, seperti yang udah dibahas di atas, yang namanya mal jarang banget ada.
Saya cukup beruntung karena deket rumah masih ada mal. Sekitar 10-15 menitan naek mobil deh.
Tapi malnya – meminjam istilah tante saya – , sederhana dan tua begitu.
Maksudnya gak semegah dan semodern mal-mal baru di Indo macem Gancy, Grand Indo, Sency, PP, etc.
Tapi juga gak setua dan seudik aldiron jaman dulu, yah kurang lebih, kayak PIM I jaman saya kuliah dulu lah.. (= 10-15 tahun yang lalu. ups, ketauan deh betapa ‘dewasanya’ saya :-))

Oya kalau dari harga, Belgi masih lumayan mahal, apalagi kalau dibandingin negara tetangga macam Belanda, Jerman atau Prancis.
Makanya saya bilang juga apa, mending belanja di Indo deh, apalagi kalau beli produk dalam negeri. cintai karya bangsa.. hihi
Tapi serius, kalau di Indo kan pilihannya banyak, dari yang murah meriah sampai mahal buanget juga ada.. nah kalau di Belgia, menurut saya pilihannya cuma ada 2 : mahal atau mahal banget.

Etapi gak juga ding (ini gimana sih bikin post labil banget.. hihi),
Gue perhatiin disaat orang-orang di Indo berlomba-lomba beli barang-barang branded, di Belgia justru kebalikannya. Kayaknya justru makin banyak produk-produk murah meriah buatan Cina, Bulgaria, Turki, Morokko atau Indonesia yang masuk sini.
Contohnya, saya pernah beli kaus buat Alyssa di C&A seharga Eur 1.5 dan kaus lengan pendek di Zara seharga Eur 3. Lumayan kan?
Coba bayangin kalau kamu belanja di Metro atau Sogo atau Debenhams. Belum tentu dapet kan?
Oya buat perbandingan, harga coca cola sebotol di kafe sini kurang lebih Eur 1.6 , kalau harga sandwich standar sekitar 3 sampai 4 Eur. (1 Eur +/- Rp.11.000,-)

Jadi ternyata, kalau emang rajin pilah pilih da ngubek-ngubek toko, lumayan assoy juga ah belanja di sini.
Kalau ada yang tertarik, let me know yah, saya bersedia kok  nganterin ngubek-ngubek toko🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 4, 2011 by in In Belgium.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: