Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Tabungan Neng Alyssa

Pengakuan, i think we spoil Alyssa a bit too much.
Walaupun pas saya hamil dulu, mas bule  udah berikrar kalau dia nggak akan memanjakan Alyssa dengan mainan dsb, tapi pada kenyataannya siapa sih yang bisa tahan bilang ‘nggak’ kalau si neng udah mengerjap-ngerjapkan matanya dan meminta sesuatu?

Lalu bagaimana dengan saya sendiri, mamanya?
Lebih parah!
Secara saya emang doyan belanja, jadi kadang malah saya yang nyuruh-nyuruh Al buat beli padahal anaknya sendiri kadang gak mau.. hihi.

Duo mama papa masih ditambah lagi dengan  keluarga besar kami. Mulai dari keluarganya Jo sampai keluarga saya (apalagi!) membanjiri si neng dengan kado. dari kado natal, lebaran, tahun baru, paskah, sinterklas, kado hari senin, hari selasa, hari rabu, kado kenaikan kelas… Adaaa aja alesan kasih kado!

Dan sekarang, saya takut lama-lama neng nggak bisa menghargai semua yang dia punya karena datangnya terlalu mudah. Tinggal tunjuk, dia dapet.
Memang sih, beberapa kali, dia harus menabung untuk mendapatkan apa yang dia mau. Seperti waktu dia mau Nintendo DSi dua tahun lalu, dia nabung, ngamen, sampe berniat jual mainan bekas dia. Tapi ya itu, kami nggak konsisten sehingga akhirnya balik lagi ke kebiasaan lama.

Saya perhatikan, setiap kali kita jalan-jalan, Al pasti dapat sesuatu. Entah itu mainan kecil macam puzzle, atau sesuatu yang lebih istimewa. Secara harga, mungkin memang tidak selalu mahal, tapi sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit kan? Lebih baik uangnya ditabung.
Dan itu bukan cuma masalah uang saja, tapi juga prinsipal. Kadang saya mendapati mainan baru yang digelatakan begitu saja di rumah sampai beberapa hari tanpa dibuka…

Saya merasa, sudah saatnya AL belajar untuk lebih menghargai – bukan cuma uang atau materi – tapi juga kerja keras, proses, sabar, displin, konsekuensi sebab akibat dan sebagainya . Juga, -ini penting- supaya AL belajar mengatur finansial dan tanggung jawab.
Duh, berat banget kayaknya!
Intinya sih biar Al juga belajar nabung, atau semakin paham konsep-konsep macam ‘oh, kalau gue nggak beli Barbie, duitnya bisa ditabung sampai cukup beli Nintendo 3D’. Ini contoh yah. Intinya neng bisa belajar juga nerapin skala prioritas dan belajar untuk memahami bahwa she cant not have everything. Most of the time, you need to choose!
Oya satu lagi (buanyakkk :)), saya gak mau neng tumbuh jadi spoiled brat yang mengira semua harus disuguhkan padanya dalam bungkusan emas. Atau tumbuh jadi orang clamitan. amit-amit *knocking on wood*. If she wants something, earn it! Work hard and smart for it and be proud for it!

Begitcuuu..

Karena itu,  kami sepakat bahwa mulai hari minggu kemarin (3 juli 2011 – bertepatan dengan ultah Uti!), Al akan dapat uang jajan mingguan dan 2 celengan.
Celengan pertama, untuk menabung uang yang akan digunakan untuk belanja keinginan AL.
Celengan kedua, untuk menabung uang bagi yang lebih membutuhkan..atau Al bilang ‘untuk anak miskin’.
Pilihannya ada di neng, berapa dia akan membagi untuk celengan pertama dan kedua. bahkan kalau dia mau simpan semua untuk dirinya sendiri pun boleh. Pokoknya terserah neng!

Setelah dibahas, neng sangat excited.
Tapi papa mengingatkan, bahwa dengan begini, neng gak boleh minta beliin ini itu lagi. Kita stop beli-beli buat neng, kecuali acara spesial kayak ultah yah..
Plus, kita juga bilang kalau kita akan menerapkan sangsi. Kalau minggu itu Al nakal, uang jajannya berkurang/hangus. Dan kalau neng pintar/membantu mama papa, mungkin uang jajannya nambah. Bahkan ntar kalau gedean, neng boleh bantu-bantu potonng rumput atau nyuci mobil kek ke oma atau tetangga biar dapet ‘upah’ .

Trus si Papa ngasih contoh semua ‘kenakalan neng’
“.. misal, Alyssa gak mau mandi, potong duit jajannya!”
“..atau Alyssa nangis meraung-raung gak jelas, potong!”
dst..

tiba-tiba si centil itu nyaut,
“Oh, bagus dong.. kalau dipotong terus.. yah mama papa jadinya beliin aku mainan aja, gak usah nabung (balik ke konsep lama)”

hihihi, genius! papa langsung bete.

Hmm.. let’s see, apakah project ini akan berhasil.
Bukan cuma Al yg harus disiplin, tapi mama papa juga kudu kuat iman dan tegas! haha

Harapan kami, semoga Al jadi lebih menghargai arti kerja keras, uang, menabung, sharing dan lebih sabar. If you want something, you have to earn it and fight for it and WAIT patiently!

Sebelumnya ada satu juga ketakutan kita sih, yaitu takut  neng jadi tambah pelit. Habis sekarang saja, kalau kita disodorin rekening (misal abis makan di resto), neng langsung ngomong sama pelayannya ‘itu rekeningnya bukan untuk aku yah, biar papa aja yang bayar’..
Hihi, dia udah ketakutan duluan disuruh bayarin mama papanya.. :))

Tapiiii.. ternyata nggak juga.
Buktinya kemaren, pertama kali dia dapat uang jajan (sedikit lebih karena papa mama nggak punya duit pas), neng justru membaginya 2/3 untuk ‘anak miskin’ dan ‘1/3’ untuk neng.

So sweet yah🙂 ?

4 comments on “Tabungan Neng Alyssa

  1. caramelization
    July 4, 2011

    Neng Al manis bangettt, ngasih anak miskin lebih banyak🙂 Ih mantu ideal abis deh nih. Kali aja gedenya jadi mantunya Duke of Brabant.Yang ini nih Pan kan udah pas, seumuran, hihi.http://en.wikipedia.org/wiki/Prince_Gabriel_of_Belgium

  2. Fanny
    July 4, 2011

    meta, gue lebih pengen dia jadi mùantunya will smith! hahaha

  3. caramelization
    July 5, 2011

    Ini namanya emaknya yg lebih centil hahaha. KOK WILL SMITH SIEEEEEEHHH??? Jayden kan suaranya oh-so-annoyiiiiiiiiing huhu :DBtw anaknya kecil2 pecicilan abis gitu loh, gue udah pernah liat pas konser si Justeng Bibir di Jkt kemaren April.

  4. Fanny
    July 5, 2011

    kan supaya gue bisa besanan ama papanya metaaaaa. pegimana sih lo :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 4, 2011 by in motherhood.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: