Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

list of things that i should read when the going gets tough..

Hidup itu kadang penuh duri dan luka. Tsaaah.
Hari ini saya berjanji sama diri saya, kalau saya bete saya akan:

1. Kasih waktu diri saya untuk menangis, mengeluh, mengasihani diri sendiri dan merasa jadi orang paling  susah sedunia. FOR A PERIOD OF TIME.

2. Setelah kelar sesi nangis, curhat, dan betenya, saya akan memaksa diri saya untuk tersenyum lalu START COUNTING MY BLESSINGS.

Saya harus mengakui, kadang, saat lagi bete banget, susaaah rasanya untuk berpikir positif. Dan walaupun saya menyadari semua keberuntungan saya, memikirkan sesuatu yang ‘negatif’ justru bisa membantu saya (semakin) menyadari dan mensyukuri posisi dan apa yang saya miliki.

Ini beberapa contohnya:

MACET?
Bete sudah pasti, tapi saya mikir ih siapa tahu ada kecelakaan di depan. kasihan banget yang terkena musibah, paling gak, saya selamet dan cuma kena macet doang…

Atau saya sering mengeluh karena kantor saya yang lumayan jauh dan macettt (tetangga saya kebanyakan berkantor deket rumah gitu deh. Banyak yang ‘kagum’ saat tahu kantor saya lumayan jauh).
obat mujarabnya: Saya mikir tentang kemacetan Jakarta – teman-teman saya mengalami yang lebih parah dari saya. jadi saya malulah kalau kebanyakan ngeluh🙂

Satu lagi obat mujarab: Saya akan mengingat kisah Lintang di buku ‘Laskar Pelangi’. Betapa anak kecil itu mengayuh sepeda tuanya berkilo-kilo plus mesti ‘melawan’ si buaya demi bisa sekolah.
Masa saya yang udah naek mobil, ber-AC , disupirin pula (nebeng tetangga bo!) .. masih ngeluh juga?
Dapet salam dari Lintang!

 KERJAAN NYEBELIN
Buat yang kerja, pasti suka ngayal gimana rasanya ngajak meeting bos, terus nyodorin surat pengunduran diri terus bilang ‘talk to the hand coz the face aint listening’ *borat style* ‘here, i quit, i give no sh*t anymore, HAH!’
pasti memuaskan sekali.. hihi
Tapi.. tetep yah belon jadi milyuner jadi masih butuh kerja huhu.
Nah kalau udah bete gini saya bakal: nginget-nginget gimana susahnya cari kerja dulu, nginget-nginget betapa menyenangkannya punya gaji dari keringet sendiri dan tentunya ‘kemudahan extra’ dari duit (money talks beibeh).  Trus, saya juga nginget-nginget betapa assoynya kolega-kolega saya, bos-bos saya, kantor saya, dan kepuasan yang nggak bisa digambarin kalau abis menang bersilat lidah dengan para kumpeni. MERDEKA!

Selain dua hal di atas masih banyak lah hal-hal yang bisa saya jadikan ‘alat’ untuk membangkitkan mood saya dan membuat perasaan saya lempeng kembali.
Neng AL dan Jo, adalah salah satu dua dari ‘alat’ yang biasa saya pakai🙂

Daaan.. ada satu obat lagi yang mujarab yang pernah saya baca/denger entah di mana.
Begini kira-kira bunyinya:

“Anggap semua yang kamu punya hilang, lenyap seketika. Lalu tiba-tiba semua kembali lagi menjadi milikmu. Bayangkan kebahagian yang kamu rasakan saat itu”

So afterall, you should be happy for what you (already) have. Right!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 21, 2011 by in thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: