Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

social media and all the drama

Saya selalu terpukau dengan kecanggihan teknologi, apalagi yang berhubungan dengan sistem komunikasi hari gini yang canggih banget. Mulai dari email, facebook, twitter, blog, skype, milis, chatting, video-conf, gtalk, ym, bbm, whatsapp. You name it, apa aja ada dan relatif murah, mudah dan terjangkau semua kalangan (dari artis, anggota DPR, presiden, sampe tukang becak jaman sekarang punya account email dan facebook kayaknya) — eh, kecuali anggota dPR mungkin, yang gak tau alamat email komisinya sendiri.. hihihi! HUSH!

Terlebih, buat ‘anak rantau’ macam saya, yang suka homesick begini, jadi ngerasa kebantu banget dengan fasilitas dan pilihan berkomunikasi sekarang ini. Yang jauh pun terasa jadi (lumayan) dekat. Bisa sedikit mengobati kangen dan kepiluan hati (halah).

Tappiiii.. sama seperti kata Sinto Gendeng gurunya Wiro Sableng pendekar 212 (ya ampun buka aib banget, ketauan deh bacaan saya masa kecil. gak mutu)..
Eh sampai di mana tadi?
Oya, kata mbah Sinto, di dunia ini ada yang hitam ada yang putih, ada yang tua ada yang muda, ada yang gemuk ada yang seksi (kayak saya, ehm), ada penjahat ada pendekar, ada yang baik ada yang jahat..
Demikian pula halnya dengan social media dan semua bentuk-bentuk komunikasi yang udah saya sebut di atas. Mereka membawa banyak kemudahan dan kebaikan untuk saya, tapi di satu sisi menambah warna warni ala sinetron dalam hidup saya.

Oh, i remember some years ago waktu saya ‘berantem’ online. Haha kurang kerjaan, kayak hidup di dunia nyata masih kurang ribet, eh malah nambah-nambah ‘cari musuh’ di dunia maya.
But from there, i learned, kalau emang berkomunikasi secara tulisan lebih riweuh dari pada secara lisan.

Kenapa? Karena tulisan is less personal in a way. Kita gak bisa liat gelagat, ekspresi atau suasana hati orang yang kita ‘ajak ngomong’. Pilihan ‘timing’nya terbatas. Nada bicaranya nggak kedengeran. Jadi lebih gampang mengundang salah paham. Apalagi kalau pakai acara typo segala.

I try to avoid problem now. Haha. Pengecut.
Atau mungkin lebih tepatnya, saya lebih ngejaga mulut eh tulisan in public. gak sembarangan berkoar, apalagi untuk isu yang sentitip. Beside, although I’m entitled to my own opinion, bukan berarti opini saya harus diumbar-umbar gitu aja kan??

But still, saya nggak akan berdiam diri kalau saya merasa terusik. Misal, kalau ada yang sembarangan nge-tag saya di FB padahal gak ada hubungannya sama sekali sama saya, ya saya akan tegur baik-baik. Banyak loh, yang gak terima, but hey.. saya pikir facebook itu kayak rumah saya. Saya mengharapkan mereka menghargai aturan saya di ‘rumah saya’ tersebut. Misal saya merasa nggak nyaman kalau ada tamu yang pakai sepatu di dalam rumah, maka saya akan meminta baik-baik untuk mencopotnya. Wajar kan?

Sama halnya kayak orang yang suka kirim Broadcast gak penting di BB, nge-ping terus-terusan, atau nge RT (instead of reply) di twitter.

Ada yang bilang, kalau nggak mau merasa terganggu begitu, ya udah nggak usah punya facebook, BB, dsb.
Ih, ya nggak gitu kali. Beda itu kan biasa. Bukan karena nggak setuju beberapa hal kita langsung harus antipati terhadap sesuatu kan?
Paling gak, kita cari dulu jalan tengahnya. Kalau emang perbedaan kita sama-sama tak bisa disatukan jua, ya sudah, baru deh kita unfollow, atau unfriend atau.. delete contact!

Haha.
But yeah, you know lah what i meant!

8 comments on “social media and all the drama

  1. Anonymous
    May 6, 2011

    mengena sekali tulisannya. gw jg pernah 'berantem' via blog tp gw pikir2 what the heck lah… gw jauhin aja org2 yg narrow minded. prinsip gw kl ga suka sl opini/blog gw ya… pencet aja close button.gw jg bakal melakukan hal yg sama.-mom celia

  2. Rina Suryakusuma
    May 7, 2011

    Ember fan. Plg bete sama orang yg broadcast nggak jelas di bb. Cape. Lgsung end chat tnpa dibaca

  3. kiky
    May 8, 2011

    glad someone actually write about this :Dbener mbak, biar punya "rumah maya" tetep rumah kita yang harus "dirapihin"salam kenal ya,mbak…aku punya buku pertamanya, have no idea you wrote 2 buku lain *nanti beli deh*😛

  4. Fanny
    May 8, 2011

    mom celia: yup, bener.. hihi :)Rina: ho'oh.. tapi tetep sebel karena kita udah liat notification, udah penasaran, tapi jadinya ngedrop! hihiKiky: salam kenal juga🙂 ehh.. ayou dong yang dua lagi dibeli. keren loh *promosi*😀

  5. Marsya
    May 10, 2011

    hi there! Setuju sama yang mbak tulis.. kalo soal tag aku sih udah males ambil pusing,jadi kalo ada yang mau tag, go ahead, paling nanti aku remove tag-nya kalo aku ga suka hehe..tapi kadang kangen juga with all the drama..call me crazy..but the truth is, without drama… social network/medias would be just dead boring, IMO. :pFYI, I've never bought any of your books ^^ but Ive read your first three novels..thanks to my sis kapan nih ngeluarin buku baru lagi?

  6. Fanny
    May 11, 2011

    HI Marsya, Nah itu dia, nge removenya suka pegel.. hihi.Tapi emang iya sih, all the drama justru tambah bikin seru :)Buku barunya.. er.. kapan kapan deh.. amin :))

  7. ini_dhita
    May 28, 2011

    hihi yang suka RT itu biasanya baru tau twitter. tapi kl FB/BM gue juga suka kesell. mana kalo FB skrg banyak bener orang jualan huhu..twitter lbh enak krn kl ga suka tinggal unfollow yah :))

  8. Fanny
    May 29, 2011

    Dhita: iya, akupun juga suka twitter sekarang! FB is more like an address book aja! haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 6, 2011 by in bla bla bla.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: