Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

c.i.n.t.a

*tsaaahhh… judulnya unyu banget :)*

Darimana kamu tahu kalau kamu bener-bener ‘in love’ with someone?
Apa kamu ingat, di mana, kapan, lagi ngapain, pakai baju apa saat itu?

Buat saya, it wasnt love at first sight.
Saya gak inget kapan saya bener2 jatuh cinta sama cowok itu.
Yang saya inget cuma saat pertama kalinya saya nyadar, kalau saya beneran termehek-mehek sama dia.
Bukan cuma sekedar naksir, atau suka, atau ‘ngerasa nyaman aja deket dia’.
Tapi beneran ngerasa kalau ‘he’s the one i want to spend my life with’ -kindda thing.

Kejadiannya di Bali.
Waktu itu kita lagi makan bareng. Saya makan capcay dan dia.. apa yah.. udah lupa deh!
Saat itu dia ngeliatin saya makan, mukanya mupeng pengen nyobain.
Pas saya tanya, ternyata dia pengen udang yang tinggal satu-satunya dan sengaja saya sisihkan buat dinikmati di saat-saat terakhir.
Cowok itu nggak berani minta, karena tau saya doyan udang (dan mungkin kesian liat tampang laper saya).
Tapi, atas nama cinta, saya merelakan udang terakhir -yang saya sayang-sayang- untuk dia makan.
That, my friend, was the moment when i realized that i was actually in love.

Begitu saja.
Mungkin bagi banyak orang itu terlalu sederhana, bahkan mungkin bodoh.
Atau mungkin berlebihan? cuma udanggg gitu loh…
Tapi, momen itu nggak bakalan bisa saya lupain.
Karena, bukankah cinta memang seharusnya simple dan sederhana?
Dan bisa bikin orang bodoh atau malah berlebihan?

Iya kan?

Kata orang, salah satu cara mencintai seseorang juga bisa dilihat dengan kesediaanmu berbagi kebahagiaan dengannya.
Tidak, saya tidak salah tulis.
Bener, berbagi bahagia, bukan hanya kesedihan.
Karena ternyata, gak mudah loh untuk benar-benar hepi atas kesuksesan, kebahagian, atau berkah yang diterima orang lain. Maka kalau kamu bisa tulus, benar-benar ikut merasakan kebahagiaan seseorang.. bahkan ngerasa lebih bahagia atas pencapainnya dibanding orang yg bersangkutan itu sendiri, bisa jadi itu satu pertanda cinta.

Beberapa hari yang lalu, saya dengar kabar baik dari Jo.
Let’s say, dia dapat sesuatu yang sudah lama dia idam-idamkan.
Dan melihat betapa bahagianya dia, membuat saya tersenyum.
Walaupun itu berarti saya harus.. made some adjustments.
But it’s okay, as i am trully happy for him.

So i guess, that’s love… dont you think?🙂

So happy for you Jocley, and I’m soooo proud of you… :))

Yes, I will still love you even if you look like Borat🙂

2 comments on “c.i.n.t.a

  1. Wuwun
    January 15, 2011

    Yes! that's absolutely love! hmm.. jadi mikir, kapan ya momentnya dulu merasa kl suamiku is the one…

  2. fanny
    January 19, 2011

    Wuwun : hihi.. ayo diinget2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 13, 2011 by in bla bla bla, love is in the air, thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: