Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

Leave Women Alone!!!

Hari ini saya terhenyak membaca satu berita di timeline Twitter saya dari @kompasdotcom. Ini katanya. Inti berita itu adalah razia jeans ketat di Aceh, dimana dilakukan pembagian rok bagi wanita yang tertangkap basah menggunakan celana yang terlalu ketat.

Astaga.
Saya mengelus dada.

I dont know which is worse. Wanita yang DIPAKSA menggunakan jilbab dan pakaian tertutup atau wanita yang DILARANG menggunakan jilbab dan pakaian tertutup?

Dilarang?
Iya, dilarang!

Di belahan dunia di sini, di mana muslim menjadi kalangan minoritas, banyak masyarakat yang takut dengan jilbab, bahkan melarang penggunaannya di tempat umum. Jilbab dianggap sebagai satu bentuk penurunan derajat wanita – atau melanggar emansipasi wanita karena dianggap sebagai bentuk pemaksaan. Maksudnya, banyak masyarakat di sini yang mengira bahwa kalau seorang wanita menggunakan jilbab, itu karena dipaksa oleh pihak keluarga / agama, bukan kemauan si wanita itu sendiri.

Saya pernah berdebat degan seorang kolega tentang hal itu. Saya bilang itu tidak benar. Banyak wanita yang saya kenal berjilbab atas kemauan mereka sendiri. Bukan paksaan. Lagipula, kata saya waktu itu, seandainya benar seorang ayah memaksa anaknya berjilbab untuk menutupi aurat, apakah bedanya dengan seorang ibu non muslim yang melarang anaknya berpakaian ‘slutty’ ke sekolah?
Trus, apa juga bedanya pemaksaan si ayah dengan pemaksaan si politikus yang melarang penggunaan jilbab?
Kalau saya jadi si wanita, saya memilih untuk mengikuti ‘paksaan’ ayah saya untuk mengenakan jilbab daripada ‘paksaan’ seorang asing untuk melepaskan atribut itu.

Nah makanya balik lagi ke pertanyaan saya di atas :
I dont know which is worse. Wanita yang DIPAKSA menggunakan jilbab dan pakaian tertutup atau wanita yang DILARANG menggunakan jilbab dan pakaian tertutup?

Buat saya, jawabannya sama aja. Sama jeleknya!!!
Seharusnya seorang wanita bebas memilih busana apa yang dia mau, yang membuatnya merasa nyaman.

Well, that’s just my opinion..
I’m a firm believer that no body should tell anybody what to wear and what NOT to wear.
Well, except Trinny and Susannah, of course🙂

8 comments on “Leave Women Alone!!!

  1. rico
    August 27, 2010

    situasi di eropa sekarang tentang Jilbab adalah hal yg juga pernah terjadi di Indonesia sekitar 15-25 tahun yg lalu, dimana jilbab dilarang di sekolah2 umum, di kantor2..baik swasta maupun pemerintahan..bahkan 3 tahun yg lalu hal ini masih terjadi di salah satu RS di Bandung…so it's not about minority or majority..it's about tolerance…Jilbab is about the willingness which come from your deepheart to follow your religion rules…

  2. fanny
    August 27, 2010

    rico tahnks for the comment!indeed. gue jadi inget bahkan di tahun 80-90 an pun jilbab masih dilarang di sekolah sampai akhirnya dibikin desain seragam + jilbab.but it is more difficult to tolerate thing if it is not that common or if you do not understand the reason behind it.and yeah, it should come from your own willingness, not by force!

  3. Lisa
    August 28, 2010

    tricky question ya, very sensitive lagi. kalo gue prinsipnya di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

  4. fanny
    August 29, 2010

    Liz, jadi kalau ada yg bilang jilbab tidak sesuai dg budaya eropa, maka orang itu harus copot kerudungnya saat dia berada di sini(=eropa)? ada politikus sini yang bilang, kalau orang berjilbab harus copot jilbabnya kalau berkunjung ke rumahnya. gue mo bikin aturan serupa di rumah gue, yang dateng ke sini harus copot celana! ahahaha

  5. Lisa
    September 2, 2010

    hahaha coba nanti difotoin dan dipasang di blog yah.Ya itu dia… tricky n sensitive question. Misalnya: wanita2 di sebagian negara timur tengah kan hrs pakai abaya kalo jalan2 ke "kota", ngga boleh nyetir… even elo sbg turis. Di pantai2 di indonesia juga ngga mungkin kan jalan2 pake bikini.It's only MHO ya…. respect others and follow the rule where you set your foot.

  6. fanny
    September 3, 2010

    Iya Liz, i agree, the world will be a much better place if we respect each other. masalahnya gak semua orang bisa menghormati dan mentolerir sesuatu.. dan respek gak bisa dipaksain juga. gue pribadi, misalnya ke aceh, gue juga gak bakal pake yang seksi2, tapi gue juga nggak setuju kalau orang yang dianggep berpakaian seksi dipaksa pakai baju lain. walaupun mungkin gue pribadi bakal ngeliatin dan gosipin itu orang karena keseronokannya.. tapi buat gue itu tetap hak dia.. hehe

  7. marihuanie
    September 13, 2010

    hai mba fanny (dan mba lisa :P), aku marihuanie dari TUM, hehe.. salam kenal yaa..🙂 blognya bagus mba.. kalo menurut aku, make jilbab itu urusan masing2 lah, sebagai muslimah ya wajib tapi kembali lagi, itu hak privasi seseorang, mau pake/ga..kebetulan aku di aceh dan hal2 kayak yg ditulis di blog emang iya terjadi, walau ga semua tempat di aceh kayak gitu.. kalo mba fanny ke aceh trus ga pake jilbab, ga bakal diliatin kok, kecuali kalo pake rok mini😛

  8. fanny
    September 21, 2010

    Hi Marihuanie.. makasih :)Ya udah ntar aku kalau ke Aceh pake rok mini biar diliatin, siapa tahu sekalian di minta tanda tangan!!! hahaha.. berasa arti gituh!loh??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 26, 2010 by in thinking.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: