Four Seasons In Belgium

by fanny hartanti

kitchen princess

Hari ini saat lagi masak di dapur –buat martabak, if you must know, bentuk trapesium–  tiba-tiba sekilas pikiran menghampiri benak saya.

‘untung gue nggak kerja di laboratorium. jadi ilmuwan, yang berkutat dengan bahan-bahan kimia’

Loh, emang kenapa?
Karena saya amat sangat nggak telaten, nggak sabaran dan ‘terlalu kreatif’.
Intinya, saya nggak pernah ngikutin apa kata resep kalau masak. Suka ngawur, dan suka asyik aja ganti-ganti bahan seenak jidat. Mending kalau diganti, kadang dilewatin sama sekali. Atau, karena udah kadung laper, aturan panggang kue 30′, saya cepetin jadi 20′.
Ngawur.

Hasilnya, saya pernah bikin cake coklat yang jadinya nggak berbentuk cake. Padahal bikin cakenya aja beli bahan cake instan! Yang cuma tinggal tambah telor dan mentega, terus dikocok. Kok ya gagal!
Alasan gagal pertama, di resep saya di bilang pakai loyang 20X20 cm. Tapi karena saya nggak punya yang ukuran segitu, ya saya pake yang ada aja.
Alasan gagal kedua, di resep bilang panggang selama XX menit, tapi saya males jadi waktu memanggang saya ‘persingkat’.
Kuenya jadi… tapi lemes. Cepet ancur. Kayak ager-ager.

Untung, saya terlalu kreatif. Kue ancur itu saya ancurin sekalian, terus remah-remahnya saya penyet ke dalam kotak cetakan kue. Lalu kue yang ‘padat’ itu saya olesi coklat cair. Jadilah brownies lapis coklat. Hebat kan, mo bikin cake jadinya brownies. Waktu saya bawa cake eh brownies itu ke kantor, kolega saya pada suka. Mereka bilang, enak banget. Ringan, nggak mbleneg kayak brownies biasa. Saya langsung sumringah.

Makanya, jangan heran kalau saya niat bikin opor jadinya oseng-oseng. Kalau ada orang ‘bule’ yang nanya, ini makanan Indonesia? Apa namanya? Saya cuma bilang, oh bukan, itu makanan ala Fanny. Habis dibanding memalukan nama bangsa, mending ngaku aja.

Nah, karena itulah saya bersyukur saya nggak kerja di laboratorium. Gimana kalau misalnya saya asal nyampurin senyawa-senyawa kimia. Oh, ini harusnya di campur dengan larutan garam… tapi kayaknya asyikan dicampur cairan warna merah ini aja deh, warnanya lebih keren lagian saya males ambil larutan garemnya abis jauh… Dan tau-tau DUAAARRRR… laboratoriumnya meledak.

Itu juga alesan kenapa martabak bikinan saya nggak pernah cantik bentuknya. Pasti kalau nggak trapesium, jadinya jajaran genjang. Habis ya begini, udah masaknya ngawur, masih aja pakai acara ngelamun, mikirin yang enggak-enggak. Yang jadi ilmuwan lah, yang ngeledakin laboratoriumlah, sampai nulis blog.

Saya rasa saya lebih pantes jadi tukang ngayal dan tukang ngarang di banding jadi tukang masak🙂

2 comments on “kitchen princess

  1. Lisa
    July 24, 2010

    Kocak loe hahahaDUARRRR

  2. Fanny
    July 25, 2010

    haha iya LIz, eh ini Liz kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 24, 2010 by in bla bla bla, kitchen princess.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: